PENGETAHUAN VERBAL DAN VISUAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita mungkin sangat akrab dengan pengetahuan verbal. Pengetahuan verbal merupakan pengetahuan yang diungkapkan menggunakan bahasa. Pun demikian dalam dunia pendidikan. Sebagian besar materi pembelajaran disampaikan secara verbal. Item-item pembelajaran pada umumnya dapat dengan mudah diberikan label verbal, seperti kata-kata, huruf, angka, atau bahkan suku kata yang tidak masuk akal.

Kita mungkin mempertanyakan, apakah kita memberikan label verbal untuk semua yang kita rasakan. Beberapa peristiwa mungkin sulit digambarkan secara verbal, dan lebih mudah disampaikan atau diingat melalui gambar. Dalam tulisan ini kita akan membahas secara singkat bagaimana gambar visual berkontribusi pada pengetahuan siswa, terutama tentang pengetahuan verbal dan visual.

Perbedaan antara pengetahuan verbal dan pengetahuan visual (spasial) sering diujikan pada tes kecerdasan. Bahkan beberapa tes seleksi masuk Universitas Negeri di Indonesia selalu mengandung komponen ini. Tes seleksi karyawan atau sertifikasi profesi pun begitu. Pengetahuan verbal dan spasial ini menjadi tolok ukur penting dalam sebuah rencana capaian baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Pengetahuan verbal biasanya diukur dengan pertanyaan kosa kata atau pertanyaan yang menguji pemahaman materi tertulis. Pengetahuan spasial biasanya diukur dengan kinerja operasi seperti melipat kotak yang terhubung secara mental menjadi kubus atau secara mental memutar objek untuk menentukan apakah cocok dengan objek lain.

Meskipun sebagian besar tes memberikan penekanan yang jauh lebih besar pada pengetahuan verbal daripada pada pengetahuan spasial, namun beberapa tes khusus mengandung pertanyaan yang agak sulit pada transformasi spasial. Misalnya pada tes kedokteran atau bidang teknik, juga pada tes-tes keprofesian.

Keterampilan spasial sangat berguna dalam berbagai bidang, tes ini mencakup beberapa masalah yang menantang pada hubungan spasial. Orang mungkin akan menjawab pertanyaan dengan membentuk gambar visual dari objek dan memutar gambar untuk menyelaraskannya.

Loading...

Awalnya kontribusi gambar visual pada pembelajaran sulit dipelajari karena tidak dapat diamati secara langsung, namun penelitian beberapa penelitian pada dua dekade terakhir ini telah menunjukkan bukti kuat bahwa gambar visual penting untuk digunakan dalam membantu siswa belajar. Salah satunya adalhh bahwa penggunaan gambar visual bisa menjadi metode yang efektif untuk mengingat informasi.

Selama berabad-abad para ahli telah mengakui kegunaan gambar dalam membantu ingatan, dan banyak strategi mnemonik didasarkan pada gambar visual. Gambar visual juga digunakan dalam melakukan sebagian besar penalaran spasial.

Kegunaan gambar visual dalam pembelajaran didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa orang biasanya mengingat gambar lebih baik daripada kata-kata konkret dan kata-kata konkret lebih baik daripada kata-kata abstrak. Mempelajari pasangan obyek difasilitasi dengan membentuk gambar interaktif yang menggabungkan anggota pasangan. Teori dual-coding menjelaskan kegunaan gambar visual dalam mengingat dengan mengungkap bahwa gambar visual memberikan kode memori tambahan yang independen dari kode verbal. Karena itu seseorang memiliki dua peluang untuk mengingat item daripada hanya satu dengan satu kode.

Loading...

Nah, dalam dunia pembelajaran modern penggunaan gambar-gambar visual telah banyak digunakan. Berbagai pilihan media juga telah banyak tersedia. Kombinasi antara penyampaian verbal dan visual akan sangat efektif dalam membantu pembelajaran siswa.

Setiap metode penyampaian pastilah mempunyai kelebihan dan kekurangan baik verbal maupun visual. Kita sebagai pendidik harus mampu merangkai metode penyampaian dalam media atau perangkat pembelajaran agar bisa memunculkan setiap kelebihan sekaligus menekan setiap kelemahan-kelemahannya.

Meskipun gambar visual sangat membantu dalam pembelajaran dan penalaran spasial, namun sebagaian besar siswa mempunyai keterbatasan dalam kejelasan dan detail gambar. Kurangnya memori dalam detail disebabkan oleh fokus siswa hanya pada detail yang paling penting atau mencolok. Dengan memperhatikan beberapa hal kita bisa membangun media atau perangkat pembelajaran yang powerfull. Semoga, terus belajar dan sukses selalu……

Tinggalkan Balasan