JALUR MEWUJUDKAN IDE DAN KREATIFITAS

Menghasilkan ide yang brilian memang sulit bagi sebagian besar orang. Dalam dunia kreatif sebenarnya memunculkan ide hanyalah awal dari proses yang panjang. Merancang ide-ide Anda, menyempurnakannya, dan menghidupkannya semua adalah bagian dari kerja besar yang berkelanjutan yang pada akhirnya akan menghasilkan tidak hanya satu ide besar (grand idea) melainkan lapisan dan iterasi ide yang semuanya membantu untuk memperbaiki dan mengembangkan konsep asli ide Anda. 

Proses panjang ini pasti akan berbeda-beda bagi setiap orang. Dimulai dengan sumber inspirasi yang berbeda, proses pengembangan ide yang tidak sama dan akhirnya menghasilkan berbagai hasil.

Seorang ahli berpengalaman pun tidak dapat memberi tahu Anda dengan tepat bagaimana proses yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengembangkan ide-ide Anda. Mungkin hanya sebatas pandangan umum yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman langkah-langkah terbaik yang akan membantu Anda mempelajari metode mana yang paling cocok untuk Anda. 

Mungkin Anda tidak hanya ingin mencoba berbagai metode yang saya sarankan di sini, tetapi Anda juga akan ingin membuat metode Anda sendiri dan memvariasikannya dari proyek ke proyek. Seperti yang dikatakan beberapa praktisi yang telah banyak menghasilkan produk-produk brilian yang awalnya hanya sekedar ide.

Sebagian besar dari mereka ternyata tidak mempunyai pola tetap untuk mengembangkan ide-ide mereka. Justru mereka menemukan cara kerja yang baru yang sering kali mengarah pada hal-hal yang inovatif. Namun terlepas dari semua itu, ternyata ada pola standar yang pasti dialami oleh sebagian besar dari mereka. Apa saja itu?

Hal pertama yang harus dipahami tentang ide adalah bahwa ide-ide itu tidak keluar dari “ruang hampa” yang tiba-tiba muncul begitu saja, bahkan jika ide itu tampaknya muncul dengan tiba-tiba. Ide-ide besar datang dari masukan besar ke dalam pikiran dan indera Anda. Menjalani kehidupan yang penuh dengan rasa ingin tahu, orang-orang yang menarik, tempat, pikiran, dan peristiwa yang berwarna adalah titik awal untuk menjadi seseorang yang penuh dengan ide. 

Tidak perlu bersedih dan berkecil hati bila Anda saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Bisa jadi inilah yang menjadi sumber inspirasi dari ide-ide besar Anda. Yang perlu Anda lakukan adalah segera keluar dari zona ini dengan melakukan hal-hal baru, keluar dari rutinitas yang biasa Anda lakukan. Tetap berpikiran positif dan melakukan hal-hal positif.

Anda bisa mulai dengan membaca kitab suci, buku atau koran, menonton film, mendengarkan musik, hunting foto, berolahraga, menggambar atau membuat sketsa, menjadi sukarelawan di organisasi lingkungan, menonton pertunjukan, mempelajari bahasa baru, dll. Apapun itu lakukanlah dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu, serta jangan lupa “bergembira”. Gunakan minat Anda pada sesuatu untuk mengisi pikiran Anda dengan ide-ide potensial.

Loading...

Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi, telah melakukan studi tentang kreativitas, mencoba memahami bagaimana orang-orang kreatif bekerja dan bagaimana mereka berkembang. Ia menjelaskan tahapan kreativitas klasik sebagai berikut:

  • Persiapan. Seseorang punya ketertarikan pada suatu domain atau topik-tertentu. Biasanya sudah mengetahui informasi terkait hal-hal yang disukai dan mencoba mencari informasi lebih rinci. Pada tahap ini biasanya seseorang mulai menemukan masalah yang harus dipecahkan.
  • Inkubasi: Inkubasi adalah periode di mana ide-ide masih “berputar-putar” di bawah ambang kesadaran.
  • Wawasan. Wawasan kadang-kadang disebut momen “aha!”, yaitu ketika potongan-potongan teka-teki, atau sebuah ide, mulai mempunyai masa depan dan masalah menemukan titik terang.
  • Evaluasi. Evaluasi adalah ketika seseorang memutuskan apakah wawasan itu berharga dan layak dikejar. Apakah idenya benar-benar asli?
  • Elaborasi. Elaborasi adalah bagian terpanjang dari proses kreatif; dibutuhkan waktu paling banyak dan paling sulit. Inilah yang dimaksud oleh Thomas Alfa Edison ketika ia mengatakan bahwa penemuan adalah 99% keringat dan 1% inspirasi.

Csikszentmihalyi memperingatkan, bahwa kita seharusnya tidak mengharapkan kreativitas itu berjalan secara teratur di sepanjang jalan dari satu tahap ke tahap lainnya. “Proses kreatif” cenderung kurang linier daripada rekursif. Banyak iterasi yang akan dilaluinya, banyak loop yang terjadi, dan banyak wawasan yang dibutuhkan, tergantung pada kedalaman dan luasnya masalah. 

Terkadang inkubasi berlangsung selama bertahun-tahun; terkadang butuh beberapa jam. Terkadang ide kreatif mencakup satu wawasan yang mendalam dan yang kecil yang tak terhitung banyaknya.

Tidak ada yang bisa mengatakan kapan aha! akan datang. Mungkin ketika Anda duduk untuk memikirkan ide-ide, atau mungkin akan datang ketika Anda mandi atau mengemudi di jalan bebas hambatan. Merupakan kebiasaan yang baik untuk selalu membawa notebook atau smartphone atau mungkin buku catatan kecil di mana Anda dapat menuliskan ide-ide Anda, sehingga ide-ide itu tidak luntur setelah momen awal inspirasi itu.

Tahapan kreativitas lainnya yaitu evaluasi dan elaborasi sama pentingnya dengan wawasan awal. Memiliki ide untuk membuat aplikasi media pembelajaran misalnya, tidak hanya berarti mengatakan, “Saya ingin membuat media pembelajaran ekonomi interaktif”.

Loading...

Media pembelajaran ada banyak jenisnya kita harus menuntukan apakah media itu bersifat naratif, interaktif, adaptif, komunikatif atau produktif. Media ini juga sangat terkait dengan gaya belajar dan preferensi siswa terhadap jenis-jenis saluran yang akan dipakai. Dari sisi teori pembelajaran dan beberapa prinsip media yang perlu kita perhatikan.

Misalnya kita memilih untuk membuat sebuah gim interaktif. Walau gim terkesan tidak serius, gim tetaplah sebuah sistem formal, dan gagasan tentang gim biasanya mencakup beberapa aspek dari sistem itu. 

Saya tidak ingin menakut-nakuti Anda, namun nyatanya banyak orang tertarik dan mulai menemukan ide-ide semacam itu namun akhirnya ide-idenya menguap begitu saja ketika disodori jalan panjang nan berliku untuk merealisasikan idenya itu. Masih banyak dari kita yang masih mempunyai paradigma instan, bahwa orang-orang sukses di luaran sana meraih prestasinya itu karena bakat dan kecerdasannya yang didukung oleh fasilitas yang lengkap. Kita lupa bahwa sebagian besar dari mereka harus memulai dari nol dan menempuh jalan yang panjang bin terjal, baru kemudian berada pada posisinya saat ini sehingga kita bisa mengenal mereka dengan kesuksesannya.

Take action” itu yang harus Anda lakukan. Ambil langkah kecil yang konkret, misalnya membaca buku atau artikel terkait dengan ide Anda. Diskusikan ide-ide Anda dengan orang-orang yang berpengalaman, bila perlu magang pada mereka. Lakukan rutinitas yang mendukung ide-ide Anda. Kompetensi Anda dimulai dari hal-hal kecil yang terus dipupuk secara teratur dan konsisten. Selamat belajar dan berkembang….. semoga sukses semakin mendekati Anda….

Tinggalkan Balasan