Klasifikasi Gambar Dalam Pembelajaran

Pada era awal gambar digunakan dalam pembelajaran, mudah untuk mengidentifikasi gambar yang berbeda karena jumlah dan jenisnya yang belum banyak. Penggunaan gambar saat ini telah meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Jenis gambar yang digunakan pun juga ikut berkembang. 

Gambar dapat dikategorikan menurut bentuk, domain, atau fungsi pedagogisnya dalam pembelajaran. Pembagian ini penting untuk membedakan setiap gambar sehingga dapat dengan tepat digunakan dalam pembelajaran.

Baik guru maupun siswa penting memahami jenis-jenis gambar ini. Terutama untuk guru, agar bisa dengan tepat menggunakan gambar dalam menyampaikan materi atau menerapkan dalam media pembelajaran. Siswa pun demikian, mereka akan mudah membaca berbagai jenis gambar untuk kepentingan belajarnya. Untuk melakukannya, kita perlu mengidentifikasi jenis gambar yang telah banyak digunakan dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa klasifikasi gambar dari beberapa ahli.

Taksonomi Edward Fry

Loading...

Edward Fry pada tahun 1981 memperkenalkan taksonomi ini untuk membantu guru mendefinisikan berbagai jenis visualisasi. Falam “Taksonomi Grafik” Fry mengategorikan berbagai jenis gambar berdasarkan enam kategori utama. Masing-masing kategori ini memiliki beberapa sub-kategori. 

  1. Grafik Garis menunjukkan data berurutan, seperti alur cerita, garis waktu, diagram alir, tanda playoff olahraga, atau grafik silsilah. 
  2. Grafik Kuantitatif menampilkan data numerik, seperti grafik garis, diagram batang atau pai, atau kurva penawaran dan permintaan dalam pembelajaran ekonomi.
  3. Grafik Spasial mengungkapkan area dan lokasi, seperti denah, peta jalan, atau rendering kontur.
  4. Grafik Piktorial yaitu gambar yang kembali pada konsep visual, seperti lukisan realistis, kartun, atau gambar abstrak.
  5. Grafik Hipotetis menyajikan keterkaitan ide, seperti model teoritis.
  6. Grafik Murni (Omiteed) yaitu gambar yang sengaja tidak menyertakan perincian penjelas, seperti logo perusahaan, simbol keagamaan, atau desain dekoratif. 

Loading...

Taksonomi ini dapat membantu para guru dan siswa untuk mempersempit berbagai jenis gambar. Lebih jauh, Fry menjelaskan pentingnya untuk menggabungkan jenis gambar yang berbeda untuk mengkomunikasikan pesan secara efektif. Kombinasi gambar yang berbeda ini dapat memfasilitasi proses pembelajaran sehingga berjalan lebih baik.
 

Klasifikasi fungsional Carney dan Levin

Carney dan Levin (2002) mengklasifikasikan gambar menjadi lima kategori sesuai dengan fungsinya. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai kelima kategori tersebut.

Gambar Dekorasi

Gambar dekorasional sering digunakan untuk menghias halaman. Halaman judul buku adalah contoh umum dari jenis ini di mana tujuan utamanya adalah untuk menarik pembaca dari tampilan halaman judul. Gambar sebagai penghias halaman yang biasanya terletak di bagian atas maupun bawah serta sudut termasuk gambar dekorasi.  
Penggunaan gambar ini dalam pembelajaran harus memperhatikan prinsip koherensi. Gambar ini tidak boleh justru menjadi “pengganggu” yang membebani working memory dengan menarik perhatian yang berlebihan.
 

Gambar Representasi

Sebagian besar gambar di dunia pendidikan adalah gambar representasional yang secara penuh atau sebagian mengulangi pesan yang disajikan dalam teks bersama dengan gambar itu. Jenis gambar ini memberikan kesan cepat terhadap informasi yang disajikan dalam teks agar siswa lebih mudah mengingat maupun meningkatkan hasil belajar.
 

Gambar Organisasi

Gambar organisasi menyajikan kerangka kerja struktural yang berguna untuk mengorganisir isi teks. Dalam pembelajaran sering kita temukan sebagai gambar peta konsep. Gambar ini sangat berguna untuk meringkas isi teks yang kompleks atau memberikan gambaran konstruksi isi teks.
 

Gambar Interpretasi

Gambar interpretasi membantu untuk memperjelas teks yang sulit dipahami. Misalnya gambar cara kerja organ pernapasan atau bagaimana pompa angin bekerja.
 

Gambar Transformasi

Gambar transformasional termasuk komponen mnemonik sistematis (peningkatan memori) yang dirancang untuk meningkatkan daya ingat siswa terhadap informasi teks.
 
Guru dan siswa sering menjumpai lima jenis gambar ini di buku teks atau media pembelajaran lainnya. Klasifikasi ini membantu mereka untuk mengidentifikasi jenis gambar dan begitu mereka bisa mengidentifikasi jenis gambar, mereka dapat mencurahkan perhatian mereka untuk memahami gambar itu. Sebagai contoh, dalam satu halaman buku ada dua gambar dapat ditangani secara berbeda setelah diidentifikasi sebagai dekorasi atau representasi. Klasifikasi ini memberi tahu kita tentang fakta bahwa tidak semua gambar atau bentuk grafis lain dimaksudkan untuk meningkatkan pembelajaran tetapi beberapa gambar (yaitu dekorasi) berfungsi sebagai alat penarik perhatian pembaca.
 

Pengelompokan Peta Balchin

Balchin juga mengidentifikasi banyak jenis gambar. Namun, dalam kategorisasi ini lebih fokus pada peta. Ia mengidentifikasi 38 jenis gambar peta yang berbeda. Kita sering menjumpai peta-peta itu tetapi biasanya tidak diidentifikasi sebagai jenis peta individual. Kategori utama lainnya adalah tanda, simbol, diagram, logo, foto, ortografi, bendera, dan bentuk seni.
 

Klasifikasi gambar Baynes

Baynes (2008) membedakan 49 jenis gambar dari berbagai domain. Dia membedakan menjadi dua domain utama yaitu gambar representasi yang diketahui (yaitu peta, foto, ilustrasi) dan jenis gambar yang tidak populer (yaitu cetak mono, aksonometrik, proyeksi, proyeksi ortografi, dll.). 
Jika kita melihat lebih dekat pada gambar yang diidentifikasi oleh Baynes, kita dapat mengidentifikasi bahwa sebagian besar adalah foto, gambar teknis, diagram dan sketsa. Para profesional dari beberapa domain (yaitu pengiklan, arsitek, ahli biologi, tukang kayu, ahli kimia, insinyur sipil, pelatih sepak bola, ahli geografi, penata rambut, penata rias, manajer kantor, tukang pipa, pedagang kayu, ahli bedah, pekerja sosial, dokter hewan, ahli zoologi dll.) menggunakan gambar-gambar ini. 

Klasifikasi ini mengajak kita untuk berpikir tentang aspek lain bahwa ada banyak visualisasi yang kita temui tetapi visualisasi tersebut tidak secara resmi diidentifikasi sebagai tipe individu. Gambar biasanya dianggap sebagai satu kategori besar tetapi Bayens mengidentifikasi lebih dari 45 jenis gambar ini. Klasifikasi ini dapat bermanfaat bagi guru dan siswa untuk membedakan setiap gambar secara individual untuk memahaminya secara efektif.
 

Klasifikasi representasi grafis Jacques Bertin

Bertin menganalisis gambar dari dimensi bidang spasialnya, yaitu permukaan datar dalam materi cetak, dalam hal variabel visual yang dapat dieksploitasi untuk visualisasi informasi. Informasi ini paling sering disusun dalam sebuah tabel. 
Sifat-sifat gambar bahwa ia memiliki dua dimensi, tinggi dan lebar, di mana seseorang dapat menetapkan salah satu dari tiga elemen: titik, garis atau area. Oleh karena itu, seseorang dapat menggunakan ukuran dan posisi elemen dalam bidang dua dimensi, dan selanjutnya mengeksploitasi bentuk, orientasi, warna, tekstur dan nilai untuk membedakan antara komponen.
Bertin mengklasifikasikan gambar ke dalam empat kategori utama; diagram, jaringan, peta, dan simbol.
  1. Diagram. Grafik adalah diagram “ketika korespondensi pada gambar dapat dibuat antara semua divisi dari satu komponen dan semua divisi dari komponen lain” (Bertin, 1983). Dalam terminologi Bertin, komponen dapat dipahami sebagai variabel. Oleh karena itu, termasuk dalam grup pertama ini adalah grafik garis, diagram batang, histogram, dan plot sebar (scatter plot).
  2. Jaringan. “Ketika korespondensi di dalam gambar dibangun di antara semua divisi dari komponen yang sama, konstruksi adalah jaringan” (Bertin, 1983). Kelompok kedua ini mencakup semua jenis grafik, diagram simpul-dan-tautan, grafik berorientasi, dan grafik hubungan inklusif.
  3. Peta. “Ketika korespondensi di sebuah gambar dapat dibangun di antara semua divisi dari komponen yang sama dan diatur sesuai dengan urutan geografis, jaringan menelusuri peta geografis” (Bertin, 1983).
  4. Simbol. “Ketika korespondensi tidak ada atau tidak digunakan dalam sebuah gambar, tetapi gambar merupakan elemen tunggal antara gambar dan pembaca, korespondensi merupakan bagian eksterior dari gambar ini.” (Bertin, 1983).
 Bertin menyebut simbol sebagai kategori terakhir karena menarik beberapa hubungan korespondensi, yaitu konvensi yang mapan, di luar grafik. Tiga lainnya dapat disebut ikon untuk alasan kesamaan struktural. Kita bisa mengatakan bahwa ini valid dan tepat, tetapi bagi beberapa peneliti di bidang multimedia masih diperdebatkan.

Tinggalkan Balasan