pedagogi kreatif dan dialogis

Bagaimana membaca permainan dapat meningkatkan pedagogi kreatif dan dialogis siswa

Jika Anda ingin tahu bagaimana keterampilan membaca dan menerjemahkan permainan dapat meningkatkan pedagogi kreatif dan dialogis siswa dalam olahraga, maka Anda berada di artikel yang tepat. Saya akan membahas tentang sebuah artikel yang menarik. Artikel fulltext-nya juga bisa diunduh di bagian bawah artikel ini.

Pendidik olahraga telah sekian lama menggunakan metode pembinaan dan pengajaran berdasarkan rezim eksekusi gerakan secara mekanis. Tanpa memperhitungkan konteks sosial di mana pendidikan olahraga berlangsung, metode pembelajaran ini lebih mempertimbangkan replikasi tindakan lengkap sebagai cara terbaik untuk menguasai keterampilan fisik siswa.

Beberapa dekade terakhir telah terjadi lonjakan pemikiran dan diskusi tentang pedagogi alternatif yang mengakui bahwa tubuh olahraga lebih dari sekadar kombinasi teknik. Pedagogi seperti Game Sense mendekati proses belajar-mengajar olahraga melalui perspektif teori konstruktivis di mana dimensi intelektual gim lebih diperhatikan.

Dalam hal inilah gim atau olahraga modern semakin berkembang. Olahraga cerdas dan indah semakin menjadi perhatian publik karena semakin menarik dan berkelas.

Artikel ini secara empiris membahas bagaimana pedagogi dialogis dapat diterapkan dalam pendidikan olahraga agar geark tubuh siswa menjadi kreatif dan menjadi bagian sentral dari perkembangan mereka sendiri. Ini adalah ciri utama pendekatan konstruktivis.

Penelitian dilakukan di Brazil dan Zambia pada tahun 2018. Penelian menggunakan data autoethnographic yang diambil dari pengalaman pribadi penulis internasional sebagai pelatih olahraga, pendidik jasmani, peneliti dan evaluator dalam dua konteks pendidikan olahraga, yaitu: pendidikan olahraga sekolah dan olahraga untuk pengembangan (sport for development / SfD). Jadi, subyek penelitian ini adalah para para pelatih dan guru olahraga yang juga penulis utama artikel ilmiah.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pedagogi apa yang dapat mendorong partisipasi kreatif siswa dan siapa yang bisa menikmati dalam membaca dan menerjemahkan gim mereka sendiri. Penelitian dilakukan dalam dua setting analisis yang berbeda, yaitu penulis utama dan penulis kedua atau ketiga.

Ruang dialog dalam konteks pendidikan olahraga membuat peserta senantiasa sadar akan kehadiran tubuh dan gerakan ‘orang lain’ (rekan satu tim atau lawan). Terutama dalam lingkungan olahraga invasi, pemain menggerakkan tubuh mereka secara bersamaan melalui ruang dan waktu. ‘Tarian’ antar pemain dari tim yang sama dan / atau lawan ini menjadikan mereka sebagai pencipta situasi dialogis potensial yang tak terhitung jumlahnya di lapangan olahraga.

Loading...

Dalam konteks permainan olahraga invasi, pemain perlu belajar bagaimana menafsirkan situasi kehidupan nyata melalui mata rekan satu tim atau lawan mereka sehingga mereka dapat menyesuaikan gerakan mereka sendiri dan berhasil memenangkan permainan. Ini adalah tujuan dari pendidikan dialogis sejati: mengakui, memahami, dan menanggapi keberadaan dan suara orang lain di dalam pikirannya. Ini adalah dasar untuk pendidikan pemain yang bisa membaca dan menentukan alur dan posisi mereka sendiri di dalam dan di luar lapangan.

Penulis berpendapat bahwa pedagogi olahraga dialogis tidak hanya bertujuan untuk membuka ruang bagi kemungkinan pendidikan berbasis inkuiri. Pedagogi ini adalah pendidikan dialogis yang sebenarnya.

Dalam skenario pelatihan olahraga konvensional, peserta harus mempelajari urutan gerakan, biasanya meniru model yang telah ditetapkan sebelumnya, sebelum mereka memasuki dialog olahraga (permainan nyata). Namun, berbeda dengan pendekatan dialogis, peserta belajar bagaimana menciptakan gerakan tubuh mereka yang unik dan merespons gerakan orang lain saat berada dalam situasi olahraga dialogis. Karenanya, dialog olahraga dihasilkan dan dihayati melalui setiap langkah proses pendidikan.

Jenis Penelitian:

  • Dari sisi Aplikasi : Penelitian Terapan
  • Menurut Tujuan : Penelitian Eksploratori
  • Metode yang digunakan : Penelitian kualitatif, Autoetnografi
Loading...

Judul Artikel:

 Reading and writing the game: Creative and dialogic pedagogies in sports education

Url Abstrak : https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1871187118302360

Download Fulltext : Link 1

2 comments

Tinggalkan Balasan