KOMUNIKASI DALAM PUBLIC RELATIONS

KOMUNIKASI DALAM PUBLIC RELATIONS

Loading...

MEDIA DAN KEGUNAANNYA DALAM PUBLIC RELATIONS

Kedudukan media dalam komunikasi sangatlah penting. Dengan adanya media, Public Relations dari suatu organisasi dapat menjangkau segala ruang lingkup masyarakat, baik dari segi ekonomi, lokasi, dan sebagainya.

Berikut saluran media yang dapat digunakan untuk berkomunikasi:

  1. Saluran media massa: Radio, televisi, film, surat kabar, pamflet, brosur, majalah, dan lain-lain. Saluran media massa sangat tepat digunakan oleh Public Relations untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas. Surat kabar, radio, atau pun televisi umumnya dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat di semua wilayah.
  2. Saluran informal: Keluarga, tetangga, dan teman-teman. Melalui saluran informal, Public Relations suatu organisasi dapat memberikan seluruh informasinya kepada keluarga, tetangga, dan teman-temannya. Informasi tersebut akan menyebar dari mulut ke mulut. Meski begitu, hal ini sangat tidak efektif mengingat makna pesan atau informasi yang disampaikan dapat berubah setelah melewati beberapa orang. Penyampaian informasi ini berpotensi terdapat pengurangan kata.
  3. Saluran instansi pemerintah: Juru penerangan, penyuluh pertanian lapangan, dan lain-lain. Seorang Public Relations harus pintar mencari sasaran komunikasi. Misalnya, sasaran seorang Public Relations adalah instansi pemerintahan. Sebelumnya, Public Relations tersebut harus mengetahui apa saja yang diperlukan oleh instansi pemerintahan itu dan apakah instansi pemerintahan tersebut memiliki keluhan terhadap organisasi yang menaungi si Public Relations.
  4. Badan usaha swasta: Penjual produk (diler dan penjual). Public Relations wajib mengetahui apa keunggulan dan kelemahan produk yang ia bawakan kepada masyarakat. Dengan begitu, ia dapat memperbaiki kualitas serta opini masyarakat terhadap organisasi yang ia usung. Diler atau penjual dapat membantu memperbaiki kualitas produk atau jasa.

PERAN KOMUNIKASI DALAM PUBLIC RELATIONS

Komunikasi dalam Public Relations adalah komunikasi yang terjadi ketika seorang Public Relations melakukan pemberian atau penyampaian informasi kepada pemimpin, karyawan, maupun masyarakat yang berkepentingan. Informasi tersebut dapat berupa opini, pendapat masyarakat, atau pengumuman penting terkait organisasi yang diusung.

Berikut peran penting komunikasi bagi Public Relations:

  1. Komunikasi membuat seorang Public Relations dapat mengetahui informasi apa saja yang harus disebar kepada masyarakat atau organisasinya.
  2. Komunikasi dapat menciptakan hubungan antar karyawan serta antara organisasi dengan publik atau masyarakat.
  3. Komunikasi memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk saling bertukar informasi.
  4. Komunikasi juga memudahkan kerja bagi para Public Relations.

JENIS-JENIS KOMUNIKASI PUBLIC RELATIONS

Komunikasi sangat penting digunakan dalam sebuah organisasi. Untuk itu, ketahuilah jenis-jenis komunikasi yang digunakan Public Relations dalam suatu organisasi. Berikut jenis-jenis komunikasi tersebut dalam Effendy (1998):

1. Komunikasi Internal

Komunikasi internal merupakan proses penyampaian informasi yang dilakukan oleh pihak-pihak di dalam organisasi. Komunikasi internal biasanya dilakukan oleh seorang Public Relations dengan pemimpin atau pun karyawan lain. Komunikasi ini akan membahas suatu masalah yang menyangkut hubungan organisasi dengan masyarakat luas. Dengan adanya komunikasi internal, masalah yang sedang dihadapi oleh organisasi tersebut pun diharapkan dapat terselesaikan.

Komunikasi internal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa komunikasi lagi:

a. Komunikasi Personal.

Komunikasi personal adalah komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berlangsung melalui dua cara:

  • Komunikasi tatap muka (face to face).
  • Komunikasi media (komunikasi dengan menggunakan media, baik tulisan, surat, memo, surat elektronik, dan lain-lain).

b. Komunikasi Kelompok.

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan antara seseorang dengan sekelompok orang yang terdapat dalam organisasi. Komunikasi kelompok terbagi menjadi dua, yaitu komunikasi kelompok kecil (small group communication) dan komunikasi kelompok besar (large group communication). Robert F. Bales, dalam bukunya Interaction Process Analysis, mendefinisikan kelompok kecil sebagai:

Sejumlah orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain di suatu pertemuan yang bersifat tatap muka dan setiap peserta mendapatkan kesan atau penglihatan satu sama lain cukup jelas sehingga ketika ada pertanyaan dan juga setelahnya, tiap orang mampu memberikan tanggapan kepada pihak lain sebagai individu.

2. Komunikasi Eksternal

Komunikasi eksternal adalah proses penyampaian informasi yang dilakukan kepada pihak luar organisasi. Pihak luar yang dimaksud adalah masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap organisasi. Public Relations sendiri berperan sebagai perantara. Pada dasarnya, Public Relations adalah penghubung antara masyarakat dengan suatu organisasi. Dalam komunikasi eksternal, biasanya komunikasi berlangsung melalui saluran. Saluran-saluran tersebut antara lain:

  • Majalah organisasi.
  • Press release.
  • Artikel surat kabar atau majalah.
  • Pidato.
  • Radio.
  • Televisi.
  • Film dokumenter.
  • Brosur, pamflet, dan poster.

HAMBATAN KOMUNIKASI PUBLIC RELATIONS

Dalam sebuah proses komunikasi, pasti banyak terjadi hambatan. Beberapa hambatan komunikasi dalam Effendy (1998) tersebut antara lain:

  1. Perbedaan Persepsi dan Bahasa. Perbedaan persepsi dan bahasa kerap terjadi akibat perbedaan makna atau kata yang diucapkan. Biasanya makna atau kata tersebut mengandung dua arti yang berbeda.
  2. Perbedaan Budaya. Budaya sifatnya beragam, terlebih di Indonesia. Hambatan komunikasi karena perbedaan suku dan budaya sering kali terjadi.
  3. Hambatan Teknis. Hambatan teknis biasanya terjadi karena berbagai macam gangguan pada media yang digunakan. Salah satunya adalah gangguan sinyal. Akibatnya, orang-orang pun sulit mengakses informasi mengenai organisasi.
  4. Gangguan Semantik. Gangguan semantik adalah gangguan yang disebabkan perbedaan persepsi bahasa (juga gangguan sejenis lainnya).

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERKOMUNIKASI

Menurut Effendy (1993), ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang Public Relations dalam berkomunikasi:

  1. Jika menggunakan media, baik itu elektronik maupun media massa lainnya, perhatikan selalu penggunaan kata dan ejaan. Pastikanlah bahwa tulisan atau artikel tersebut telah menggunakan EYD yang baik dan benar.
  2. Jika berkomunikasi secara langsung, hendaknya tataplah muka lawan bicara, serta gunakanlah intonasi yang tidak menyulut amarah orang lain.
  3. Seorang Public Relations wajib mendengarkan keluh kesah dari masyarakat luar.
  4. Jika sedang berbicara, seorang Public Relations tidak boleh keluar dari jalur atau topik pembicaraan yang tengah dibahas. Hal ini bisa menyebabkan lawan bicara menjadi bosan karena yang diajak bicara tidak fokus pada masalah
  5. Dalam melakukan komunikasi, baik si Public Relations maupun masyarakat harus sama-sama saling menghargai satu sama lain.

Media Pembelajaran Interaktif Public Relations

Anda bisa belajar dengan mudah secara offline maupun online menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang telah kami sediakan di Android Play Store. Silakan unduh aplikasinya di SINI.

buku komunikasi dalam public relations

Sekian dulu pembahasan kami tentang komunikasi dalam public relations. Semoga bermanfaat. (maglearning.id)

Loading...
Pages ( 2 of 2 ): « Balik1 2

Tinggalkan Balasan