Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian

Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian

Loading...

Peran sistem pembayaran dalam perekonomian makro sebuah negara amat penting. Hampir semua aktifitas transaksi ekonomi melibatkan sistem pembayaran. Perekonomian Indonesia pun demikian halnya. Secara ringkas peran-peran sistem pembayaran dalam perekonomian Indonesia adalah:

  • untuk menjaga stabilitas keuangan dan perbankan,
  • sebagai sarana transmisi kebijakan moneter, serta
  • sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi ekonomi suatu negara.

Sistem pembayaran tidak dapat dipisahkan dari perkembangan uang dalam fungsinya untuk penyelesaian transaksi dari berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat. Berikut ini akan diuraikan peran sistem pembayaran dalam perekonomia dan hal-hal yang terkait dengan sistem pembayaran.

Sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mencakup pengaturan, kontrak/perjanjian, fasilitas operasional, dan mekanisme teknis yang digunakan untuk penyampaian, pengesahan dan penerimaan instruksi pembayaran, serta pemenuhan kewajiban pembayaran melalui pertukaran ”nilai” antarperorangan, bank, dan lembaga lainnya baik domestik maupun antarnegara.

Perkembangan instrumen pembayaran yang digunakan suatu negara berbeda-beda sesuai dengan kondisi ekonomi dan sistem keuangannya. Namun, pada dasarnya instrumen pembayaran dibagi dua, yaitu instrumen pembayaran tunai dan non tunai.

Sistem pembayaran tunai berkembang dari uang yang berbentuk barang, termasuk emas, hingga uang kertas dan logam yang dikeluarkan bank sentral. Sedangkan sistem pembayaran non tunai berkembang dari yang berbasis warkat (cek, bilyet, giro, dll) sampai kepada yang berbasis elektronik (kartu dan electronic money).

Komponen-komponen sistem pembayaran yang diperlukan dalam pelaksanaannnya adalah sebagai berikut:

  1. Institusi atau lembaga yang menyediakan jasa pembayaran
  2. Instrumen yang digunakan dalam sistem pembayaran yang mengatur hak dan kewajiban keuangan peserta pembayaran
  3. Kerangka hukum yang mengatur ruang lingkup hukum dan instrumen sistem pembayaran, hak dan kewajiban peserta, sanksi, dan aturan lainnya.
  4. Kerangka kebijakan sistem pembayaran yang jelas.

Peran Sistem Pembayaran dalam Perekonomian Sebuah Negara

Beberapa peran penting sistem pembayaran dalam perekonomian makro adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai elemen penting dalam infrastruktur keuangan suatu perekonomian untuk mendukung stabilitas keuangan. Sistem keuangan dan perbankan berkaitan erat dengan sitem pembayaran. Gangguan di sistem pembayaran akan menimbulkan keterlambatan atau kegagalan kewajiban pembayaran, yang pada gilirannya akan meyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap likuiditas dan stabilitas sistem keuangan dan perbankan.
  2. Sebagai saluran penting dalam pengendalian ekonomi yang efektif, khususnya melalui kebijakan moneter. Dengan lancarnya sistem pembayaran, kebijakan moneter dapat lebih cepat mempengaruhi likuiditas perekonomian sehingga proses transmisi kebijakan moneter dari sistem perbankan ke sektor riil dapat menjadi lancar.
  3. Sebagai alat untuk mendorong efisiensi ekonomi. Dengan lancarnya sistem pembayaran, penyelesaian berbagai transaksi ekonomi dapat lebih cepat dan aman sehingga akan mempercepat perputaran uang, mempermudah perencanaan keuangan usaha, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perekonomian.

Elemen-elemen Sistem Pembayaran

Ada tiga elemen utama sistem pembayaran yaitu:

  1. Otorisasi pelaksanaan pembayaran, yaitu pembayar memberikan otorisasi kepada banknya untuk mentransfer dana
  2. Pertukaran perintah pembayaran antarbank yang terlibat dalam proses transaksi pembayaran, yang biasa disebut kliring.
  3. Setelmen antarbank yang terlibat dalam proses transaksi pembayaran.

Lembaga-lembaga yang Terkait dalam Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran dapat diselenggarakan oleh bank sentral atau lembaga independen (milik pemerintah atau swasta) yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan sistem pembayaran. Lembaga yang memberikan jasa pelayanan pembayaran adalah bank, lembaga keuangan buan bank, dan kantor pos.

Sedangkan, lembaga pengatur dan pengawas sistem pembayaran pada umumnya dilakukan sendiri oleh bank sentral atau bekerjasama dengan badan lain yang ditunjuk dan diberi wewenang untuk itu. Untuk menyelesaikan disputes dan complaints, pengguna terdapat lembaga-lembaga arbitrase.

Karakteristik Instrumen dalam Sistem Pembayaran

Instrumen dalam sistem pembayaran mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu bentuk fisik, sistem pengamanan, dan basis pembayaran.

  1. Bentuk fisik. Secara fisik, instrumen dalam sistem pembayaran dapat berupa: warkat atau dokumen (seperti cek, bilyet giro, nota debet, nota kredit, dll), kartu (kartu kredit, kartu debet, kartu ATM, dll), dan tanpa fisik melalui internet atau telepon
  2. Sistem Pengamanan. Sistem pengamanan ini ditujukan untuk memverifikasi bahwa instruksi diberikan oleh yang berhak/pemilik rekening, dan bukan merupakan pemalsuan. Sistem pengamanan ini berbeda-beda sesuai dengan bentuk instrumen pembayaran. Uang tunai, sistem pengamanannya dapat berbentuk tanda air, benang pengaman, ataupun cetak tersembunyi. Untuk instrumen berbentuk warkat, sistem pengamanannya dapat berbentuk nomor seri dan tanda tangan pemilik rekening. Untuk instrumen berbentuk kartu, pengamanannya berbentuk personal identification number (PIN). Sedangkan untuk instrumen tanpa fisik, dapat berbentuk password.
  3. Basis Pembayaran. Instrumen ada yang berbasis kredit dan berbasis debet. Transaksi dengan berbasis kredit memiliki struktur yang sama dengan transfer tunai langsung dari pembayar ke penerima dengan menggunakan mekanisme rekening bank.

Proses Penyelesaian Pembayaran

Sistem penyelesaian akhir (setelmen) pembayaran tergantung pada besar kecilnya transaksi pembayaran.

  1. Hubungan Bilateral dan Multilateral. Hunguan bilateral adalah hubungan antara satu bank dengan bank lain tanpa melalui pihak ketiga dan setiap bank memiliki rekening bank di bank korespondennya. Sedangkan hubungan multilateral adalah hubungan antarbank yang dilakukan melalui pihak ketiga atau agen setelmen. Transaksi melaui hubungan multilateral diperlukan pada saat jumlah pihak yang bertransaksi cukup banyak.
  2. Sistem Batch dan real Time. Pada sistem batch instruksi pembayaran dikumpulkan terlebih dahulu, sedangkan pemrosesannya dilakukan kemudian dalam jumlah tertentu sekaligus pada satu waktu tertentu sehingga sering juga disebut sebagai system deferred tertunda. Sedangkan sistem real time, seketika, penyampaian dan pemrosesan instruksi pembayaran dilakukan satu demi satu seketika setiap datangnya instruksi pembayaran
  3. Gross dan Net Settlement. Gross settlement adalah sistem transfer ketika penyelesaian pembayaran dilakukan secara individual setiap ada instruksi pembayaran. Sedangkan net settlement adalah sistem transfer ketika penyelesaian pembayaran dilakukan pada setiap periode waktu yang ditentukan, setelah semua instruksi pembayaran direkapitulasi untuk masing-masing bank.
  4. Real Time Gross Settlement (RTGS). RTGS adalah sistem setelmen yang memroses setiap transaksi secara individual secara berkesinambungan dan seketika.
  5. Kliring. Kliring adalah sustu proses transmisi, rekonsiliasi dan konfirmasi dari perintah pembayaran atau transfer sekuritas yang dapat meliputi proses netting dari instruksi pembyaran atau transfer sekuritas tersebut, serta proses penyusunan posisi final dari peserta kliring untuk tujuan setelmen.

Instrumen Pembayaran di Indonesia

  1. Instrumen pembayaran tunai. Instrumen pembayaran tunai adalah mata uang yang berlaku di Indonesia, yaitu Rupiah, yang terdiri dari uang logam dan uang kertas
  2. Instrumen pembayaran non tunai. Instrumen nontunai yang disediakan di Indonesia adalah instrumen yang berbasis warkat (cek, bilyet giro, note debet, note kredit, weswl bank untuk transfer, surat bukti penerimaan transfer), Pemindahan dana (transfer elektronik antarbank, kliring berbasis warkat, sistem RTGS, dll), Pendebetan secara langsung, instrumen berbasis kartu (kartu kredit, kartu ATM, kartu debet), instrumen berbasis internet/telepon

Sampai di sini dulu bahasan kami tentang peran sistem pembayaran dalam perekonomian sebuah negara. Sampai ketemu di lain kesempatan. Semoga belajar Anda semakin menyenangkan.

Media Interaktif Belajar Ekonomi Moneter

Silakan gunakan salah satu platform media interaktif Ekonomi Moneter yang sudah saya sediakan di bawah ini. Ada yang berbasis HTML dan berbasis Google presentation. Bila Anda ingin menggunakan dalam versi Android juga sudah saya sediakan unduhan file APK-nya di bagian bawah tulisan ini.

EkoMon Versi Web:

Bila sulit dibuka silakan gunakan Yang INI.

EkoMon Versi Android:

Loading...

Tinggalkan Balasan