Master of Ceremony atau MC

Master of Ceremony atau MC: Pengertian dan Syarat

Loading...

SUARA SEORANG MASTER OF CEREMONY

Untuk menjadi MC yang baik memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dipelajari secara khusus, terutama suara sebagai modal dasar.

Bagi seorang MC, suara merupakan modal utama. Suara adalah medium atau alat perantara untuk mengadakan komunikasi dengan hadirin.

Pria dan wanita masing-masing memiliki volume suara yang berbeda. Semua itu merupakan bawaan sejak lahir. Pria diharapkan memiliki suara yang keras, berat, mantap, dan berwibawa, sedangkan wanita diharapkan bersuara lembut, namun mantap dan berwibawa pula.

Usahakan agar suara terdengar wajar dan tidak dibuat-buat. Suara asli adalah yang paling baik. Sesuaikan pula intonasi dengan acara yang dibawakan.

Menurut Yasin (1991), ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan oleh seorang Master of Ceremony atau MC ketika sedang membawakan acara:  

  1. Bahasa yang diucapkan oleh MC di Indonesia umumnya bahasa Indonesia (bahasa nasional). Usahakan ketika sedang berbicara menggunakan bahasa Indonesia, jangan sampai logat daerah muncul atau terlalu kentara.  
  2. Ketika sedang berbicara, usahakan agar intonasi atau irama suara serasi dengan gaya. Seorang MC harus dapat mengubah-ubah nada dan irama suaranya untuk menyesuaikan dengan bentuk acara yang dibawakan. Untuk mendapatkan irama yang baik dan mengesankan, perhatikanlah tanda baca kalimat dengan saksama (titik dan komanya) serta naik turunnya nada suara.  
  3. Perhatikan soal pernapasan. Aturlah napas sebaik mungkin agar tidak terputus-putus dalam membaca kalimat. Jangan sampai kalimat tidak jelas didengar.  
  4. Meskipun lafal merupakan pembawaan sejak lahir, namun seorang MC harus berusaha untuk mengucapkan kalimat dengan jelas.  
  5. Seorang MC harus memperhatikan beberapa jenis huruf berikut: • Huruf desis: s, z. • Huruf hidup: a, i, e, o. • Huruf hidung: ng.  Kejelasan vokal dari seorang MC sangat diperlukan. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan volume suara dan irama penyampaian yang serasi.  
  6. Gunakanlah redaksi atau susunan kalimat yang sederhana, singkat, dan jelas. Kalimat yang panjang dan bertele-tele hanya akan membuat jemu pendengar.  Meski begitu, sering kali suara akan berubah atau naik turun ketika sedang berbicara. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Tentunya sangat mengganggu ketika mengalaminya.

Untuk itu, kendalikanlah suara antara lain dengan cara berikut:  

  1. Menghindari makanan berminyak.  Makanan yang berminyak dapat menyebabkan gangguan pada tenggorokan. Hal ini menyebabkan kerja pita suara menjadi terhambat. Jika sebelum mulai membawakan acara seorang MC memakan makanan berminyak, dikhawatirkan suaranya akan terganggu. Oleh karena itu, seorang MC harus menghindari makanan yang berminyak. Misalnya, gorengan dan makanan berminyak lainnya.  
  2. Pengaturan napas.  Napas seorang MC juga harus diatur. Jangan sampai ada penggalan kata yang tidak tepat. Seorang MC harus mengetahui letak jeda atau waktu berhenti pada kalimat (memilih titik atau koma) untuk memulai mengambil napas. Hal ini dilakukan agar suara tidak terengah-engah atau sampai terdengar napas ketika masih berbicara. Seorang MC sebaiknya melakukan pernapasan melalui perut.  
  3. Menghilangkan rasa gugup atau grogi.  Gugup atau grogi akan sangat berpengaruh pada suara. Jika seseorang merasa gugup atau grogi, tentulah suaranya akan berubah menjadi gemetar atau bergelombang. Hal ini akan membuat audiens tahu bahwa MC tersebut tengah gugup atau grogi.

Untuk itu, menurut Yasin (1991), ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa grogi ketika bertugas menjadi Master of Ceremony atau MC:

  • Kuasailah materi yang akan disajikan sebaik-baiknya.
  • Yakinlah pada penampilan diri, terutama cara berbusana dan kebersihan badan.
  • Berbaurlah dengan para undangan sebelumnya agar tidak merasa asing. Toh nantinya merekalah yang akan mendengarkan.
  • Minumlah air putih sebelum bertugas jika diperlukan.
  • Perlu diperhatikan bahwa bukan hanya materi MC yang penting, melainkan juga persiapan yang matang dan kemampuan untuk mengatasi situasi darurat.
  • Disiplin diri.
  • Hindarilah sikap berlebihan dan rasa cepat puas.
  • Public speaking bukanlah kepandaian yang semata-mata diwariskan begitu saja, melainkan hasil kerja keras dan pengumpulan informasi dengan cara mendengarkan pihak-pihak lain.
  • Berdoa.  

Media Pembelajaran Interaktif Public Relations

Anda bisa belajar dengan mudah secara offline menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang telah kami sediakan di Android Play Store. Silakan unduh aplikasinya di SINI.  

 Sekian dulu pembahasan kami tentang Master of Ceremony atau MC Semoga bermanfaat. (maglearning.id)

Loading...
Pages ( 2 of 2 ): « Balik1 2

2 comments

Tinggalkan Balasan