hubungan antara kebutuhan keinginan dan kelangkaan

Hubungan Antara Kebutuhan Keinginan dan Kelangkaan Sumber Daya

Pada dasarnya kebutuhan setiap individu berbeda-beda. Hal ini dikarenakan keinginan yang dimiliki setiap individu juga berbeda. Selain itu, kebutuhan seorang individu senantiasa berkembang sepanjang waktu baik secara jumlah, kuantitas maupun jenisnya.  

Pada dasarnya jenis kebutuhan manusia dibedakan menjadi:

  • Menurut intensitasnya, dibedakan atas:
    • Kebutuhan primer
    • Kebutuhan sekunder
    • Kebutuhan tersier

Kebutuhan menurut intensitas untuk setiap individu berbeda-beda. Sebagai contoh, kebutuhan seorang mahasiswa dan sopir angkot. Buku kuliah merupakan kebutuhan primer bagi mahasiswa. Akan tetapi, tidak bagi seorang sopir angkot.

  • Menurut sifatnya, dibedakan atas:
  • Kebutuhan jasmani
  • Kebutuhan rohani

Menurut tujuannya, dibedakan atas:

  • Kebutuhan masyarakat atau publik
  • Kebutuhan individual

Menurut waktunya, dibedakan atas:

  • Kebutuhan masa kini
  • Kebutuhan akan datang/masa depan

Perbedaan antara Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan

Masalah utama dan menjadikan penting dalam mempelajari Ilmu Ekonomi adalah masalah pemenuhan kebutuhan. Namun yang banyak kita hadapi sepanjang pembelajar ekonomi adalah permintaan. Lalu apa kaitan kebutuhan dan permintaan. Berikut ini penjelasan singkatnya.

Konsep Kebutuhan

Kebutuhan manusia adalah pernyataan dari rasa kehilangan, dan manusia mempunyai banyak kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll.), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri, sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat konsumen, bila tidak puas konsumen akan mencari produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

Konsep Keinginan

Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan memuaskan kebutuhan mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan yang spesifik.

Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas, tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan yang bisa memuaskan keinginan sekaligus memenuhi kebutuhan manusia dengan menembus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisir  keterbatasan sumber daya.

Contoh: manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut tergantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang Jawa Timur akan memenuhi kebutuhan makannya dengan pecel atau rawon, orang Jepang akan memuaskan keinginannya dengan makanan Sushi dll.

Konsep Permintaan

Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling memuaskan. Misalnya saya sangat suka makan Sushi dan Steak namun karena keterbatasan sumber daya (penghasilan) saya maka saya hanya sesekali saja membeli Sushi atau Steak.

Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan manusia akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan (daya beli) dan ketersediaan untuk membelinya. Jadi permintaan saya untuk kebutuhan makan adalah pecel atau rawon dan hanya sesekali Shusi.

ALAT PEMUAS KEBUTUHAN

Benda yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut alat pemuas kebutuhan. Ada dua macam alat pemuas kebutuhan yaitu barang dan jasa. Barang dan jasa dihasilkan dari kombinasi sumber daya.

Barang adalah suatu objek yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Umumnya barang berwujud benda. Buku yang Anda baca sekarang, pensil yang Anda gunakan untuk menulis, kacamata yang Anda kenakan, bahkan sarapan pagi Anda juga merupakan contoh barang. Lain halnya dengan jasa. Jasa adalah objek yang tidak berwujud yaitu tidak dapat dilihat dan diraba, namun dapat dirasakan. Konser musik, layanan internet, kuliah pagi merupakan contoh jasa.

Barang menurut cara memperolehnya terbagi menjadi dua, yaitu barang ekonomi dan barang bebas. Barang ekonomi adalah suatu barang yang keberadaannya terbatas sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan. Dengan demikian untuk memperolehnya dibutuhkan suatu pengorbanan, maka harganya lebih dari nol. Sedangkan barang bebas adalah suatu barang yang keberadaannya melebihi kebutuhan sehingga harganya nol.

Kadang kala kita salah menduga tentang suatu barang bebas. Contoh: udara dan air sungai. Sekilas tampak bebas, namun ketika kita membutuhkan udara yang bersih dan air sungai bersih terkadang kita harus membayar lebih. Harga tersebut muncul akibat adanya kelangkaan. Dalam kondisi tersebut udara dan air sungai termasuk dalam kategori barang ekonomi.

Menurut penggunaannya, suatu barang dapat berfungsi sebagai barang pengganti atau barang pelengkap. Suatu barang dikatakan berfungsi sebagai barang pengganti atau barang subtitusi jika barang tersebut dapat menggantikan fungsi barang lain, contoh beras dan gandum. Sedangkan barang pelengkap merupakan barang yang dapat digunakan secara bersama-sama guna melengkapi fungsi barang lain, contoh gula dan kopi.

Ditinjau dari proses pembuatannya, barang diklasifikasikan menjadi tiga yaitu barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi. Contoh, kapas, benang, kain. Dalam hal ini kapas berfungsi sebagai barang mentah yang akan diolah menjadi benang. Sedangkan benang adalah barang setengah jadi, karena benang tersebut akan dioleh menjadi kain. Dan kain adalah barang akhir yaitu barang yang dapat langsung dikonsumsi. Namun ketika kain diolah menjadi baju maka kain termasuk barang setengah jadi. Sedangkan baju adalah barang jadi. Dengan demikian dalam menentukan kedudukan barang dalam proses produksi dapat dilihat dari bahan yang digunakan dan proses produksi yang dilakukan.

Skala Prioritas dan Biaya Kesempatan

Seperti telah Sobat ketahui, bahwasanya keinginan manusia jumlahnya cenderung tidak terbatas, sedangkan jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas jumlahnya. Oleh karenanya diperlukan suatu keterampilan untuk memilih sesuai dengan tingkat kepentingan atau prioritas. Dengan kata lain, Anda dituntut untuk menentukan tingkat prioritas atas barang atau jasa yang dibutuhkan.

Penentuan skala prioritas dalam memilih kebutuhan sangat diperlukan. Tujuan penentuan skala prioritas adalah untuk menentukan di antara berbagai  macam kebutuhan, mana yang termasuk dalam kebutuhan mendasar hingga pada kebutuhan yang sifatnya dapat ditunda. Melalui penyusunan skala prioritas kebutuhan yang sifatnya mendasar dapat dipenuhi dan tidak terkalahkan oleh kebutuhan yang dapat ditunda. Dalam memenuhi kebutuhan, manusia mendahulukan kebutuhan yang dianggap penting, mendesak, dan pokok. Setelah kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi, manusia akan memenuhi kebutuhan pada prioritas berikutnya, agar mencapai kepuasan yang maksimal.

Hal-hal yang memengaruhi prioritas kebutuhan manusia sebagai berikut:

  1. Tingkat pendapatan. Alternatif pilihan bagi seseorang yang berpenghasilan tinggi, berbeda dengan orang yang berpenghasilan menengah atau rendah.
  2. Status sosial (kedudukan dalam masyarakat). Alternatif yang diprioritaskan bagi seorang guru berbeda dengan petani.
  3. Lingkungan. Lingkungan orang-orang kaya mempunyai alternatif pilihan yang berbeda dengan lingkungan orang-orang biasa.

Keterbatasan sumber daya pemuas kebutuhan manusia mendorong manusia untuk melakukan berbagai pilihan atas segala sesuatu yang tersedia dan dapat dipilih. Pilihan merupakan suatu tindakan untuk mengambil keputusan mengenai barang apa yang akan dipilih untuk mencapai kepuasan. Untuk itulah belajar ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi akan membantu kita dalam melakukan pilihan atas sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan.

Setiap pilihan yang dilakukan oleh konsumen dan produsen atas suatu barang dan jasa, akan menimbulkan suatu pengorbanan berupa barang-barang atau jasa yang tidak dipilih. Misalnya, karena keterbatasan uang yang Anda miliki, Anda lebih memilih membeli buku daripada membeli sepatu. Dengan demikian, Anda sudah mengorbankan kesempatan untuk membeli sepatu. Dalam ilmu ekonomi, pengorbanan berupa kesempatan tersebut disebut sebagai biaya kesempatan yang hilang atau opportunity cost.

Nah Sobat, demikianlah bahasan kita tentang hubungan antara kebutuhan keinginan dan kelangkaan. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan Sobat semua. Salam belajar kapan saja di mana saja untuk siapa saja (maglearning.id).

Loading...

Pages ( 2 of 2 ): « Balik1 2

5 comments

Tinggalkan Balasan