Pemaknaan Hadits Keutamaan Belajar Al-Qur'an

Pemaknaan Hadits Keutamaan Belajar Al-Qur’an

Loading...

Pemaknaan Hadits Keutamaan Belajar Al-Qur’an – Selama ini, Anda pasti pernah mendengar sekilas. Bahwa Rasulullah pernah mengatakan, bahwa orang yang paling baik adalah orang yang senantiasa belajar al-Quran dan mengajarkannya, ia kan? Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari.

Meski hanya sekali, pasti Anda pernah mendengarnya, karena memang hadis ini sangat populer dan sering diulang-ulang dalam berbagai kajian untuk mengingatkan orang lain agar terus mempelajari al-Quran sekaligus mengajarkannya. Selama ini, kita memahami, bahwa hadis sebaik-baik orang adalah yang belajar al Quran dan mengajarkannya hanya berlaku bagi orang yang belajar al-Quran dan mengamalkannya saja. Ada pembatasan pemahaman di sini. Kegiatan belajar al-Quran dan mengajarkannya hanya seputar mengajarkan tajwid, makhraj, qira’ah, dan sebagainya.

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya ini adalah pemahaman yang keliru? Nah, jika Anda juga memahaminya demikian, tentu ini adalah keliru, dan akibat pemahaman yang keliru akan membuat Anda merasa cukup tatkala telah menguasai sebuah hal yang berkaitan dengan  ilmu tajwid misalnya, atau Anda sudah merasa cukup jika sudah memahami Qira’ah saja secara mendalam, sehingga akan membuat Anda berhenti belajar lebih banyak mengenai al-Quran, seperti tafsir, serta ilmu-ilmu untuk memahaminya, misal aqidah, akhlak, dan sebagainya.

Hal ini terjadi karena Anda merasa sudah menjadi orang yang paling baik dengan mengamalkan hadis tadi. Padahal sebenarnya, Allah menurunkan al-Quran untuk beberapa tujuan, yakni dibaca, dipahami, dan diamalkan. Tujuan-tujuan tersebut memiliki kedudukan yang penting tanpa mengabaikan yang lainnya.

Dibaca. Ya, tujuan al-Quran yang pertama kali adalah untuk diibadahi, yang berarti dibaca. Untuk membacanya, Anda membutuhkan pengetahuan seputar ilmu tajwid dan juga Qira’ah.

Dipahami. Untuk memahami kandungan yang ada di dalamnya, Anda harus mempelajari berbagai macam disiplin ilmu.

Diamalkan. Agar al-Quran menjadi hujjah yang baik kelak, maka Anda wajib mengamalkannya.

Ketiga hal tersebut harus semaksimal mungkin kita jalankan. Jangan sampai karena merasa sudah menjalankan satunya, lantas membuat kita berhenti. Jadi, sebenarnya apa makna hadis ‘Khairukum man ta’allamal Quran wa ‘allamah?’ tentu setelah membaca penjelasan di atas Anda mulai bertanya maknanya kan?

Nah, Ibn al-Qayyim ra. Telah menjelaskan makna hadits keutamaan belajar Al-Qur’an ini dengan mengatakan, bahwa selain mempelajari al-Quran dan mengajarkannya, hadis ini juga berarti mempelajari serta mengajarkan makna yang ada di dalamnya.

Poin pentingnya ada di nomor dua, karena dengan memahami dan mengajarkan makna dari al-Quran tentu akan ada pemahaman yang utuh terhadap kandungannya, sehingga memudahkan dalam beramal kebaikan. Maka, dapat dikatakan, bahwa mengajarkan makna kandungan di dalam al-Quran merupakan mengajarkan tentang tujuan. Sementara jika mengajarkan yang berkaitan dengan tajwid, qira’ah, dan sebagainya ialah mengajarkan sebuah sarana.

Tak heran jika pemahaman hadis tersebut dibatasi sebatas mengajarkan al-Quran, maka akan banyak yang merasa telah mengamalkannya hanya dengan membaca al-Quran saja, padahal jelas, bahwa pemahaman al-Quran memiliki jalan yang lebih luas dari sekedar membaca. Hal ini karena di dalam al-Quran banyak sekali kandungan ilmunya, seperti muamalah, ibadah, dan sebagainya yang menuntut kita untuk mengamalkannya.

Maka, sudah sangat jelas ya, bahwa makna dari hadis ini tidaklah sebatas mempelajari al-Quran dan mengajarkannya saja, tapi juga seluruh ilmu yang masih berkaitan dengan al-Quran, karena kita dituntut untuk terus berupaya mengamalkan perintah yang ada di dalamnya.

Demikianlah uraian kami tentang pemaknaan terhadap hadits keutamaan belajar Al-Qur’an. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang terbaik di antara yang terbaik lainnya dengan terus mempelajari dan mengajarkan hal yang masih berkaitan dengan al-Quran. Salam belajar menyenangkan bersama maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan