Kunci Kompetensi dan Kualitas Guru

5 Kunci Kompetensi dan Kualitas Guru

Loading...

Menjadi guru berkualitas dan berkompeten adalah dambaan guru sejati. Tahukah Anda apa saja yang menjadi kunci kompetensi dan kualitas seorang Guru? Jika Anda seorang guru atau calon guru ada baiknya Anda membaca tulisan ini sampai selesai.

Mengajar adalah suatu panggilan bagi beberapa orang memiliki bakat alami sementara yang lain mungkin memiliki kecenderungan tetapi perlu mengembangkan beberapa keterampilan yang diperlukan. Kemampuan interpersonal guru merupakan dasar untuk menciptakan hubungan yang kuat dan iklim kelas yang positif dalam pembelajaran. Individu mengingat hubungan, dan hubungan tersebut dapat menjadi motivator yang kuat untuk belajar.

Pengajaran yang efektif adalah proses pembelajaran yang berkelanjutan, di mana setiap tahun akan selalu terjadi perubahan di sekolah dengan demikian guru yang kompeten harus selalu beradaptasi. Perubahan dapat terjadi dalam hal siswa, kurikulum, masalah bangunan, kolega, administrator, keuangan, kesehatan, keluarga, masyarakat, dan sejumlah pengaruh lain dalam kehidupan sehari-hari guru.

Dasar kemampuan guru adalah bagaimana ia beradaptasi dengan perubahan dan keberhasilan menjelajahi kompleksitas kelas yang sebagian besar berasal dari kemampuan pribadi dan pengalaman mereka sebagai pendidik. Kemampuan dan pengalaman pribadi dapat diklasifikasikan sebagai prasyarat untuk mengajar, yaitu kompetensi yang dimiliki sebelum guru mengajar di sekolah.

Akumulasi kompetensi dan pengalaman mengajar seorang guru merupakan kunci kualitas jalannya pembelajaran di kelas. Berikut ini adalah lima hal yang sangat terkait dengan kompetensi dan kualitas guru (Stronge dkk, 2004).

  • Kemampuan Verbal (Verbal Ability)

Kemampuan Verbal memiliki efek positif pada pencapaian belajar siswa. Guru berinteraksi dengan siswa, kolega, serta keluarga siswa melalui kata dan tindakan. Guru yang efektif tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan siswa mereka, baik secara individu maupun kolektif. Beberapa siswa suka dengan aplikasi atau latihan sementara yang lain ingin mendengar narasi, dan kemudian ada juga dengan gaya belajar yang berbeda. Guru yang efektif secara hati-hati mempertimbangkan audien mereka ketika menyampaikan pesan. Mereka mengamati reaksi dan memutuskan bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan pesan kepada individu yang berbeda.

  • Penguasaan Pengetahuan (Content Knowledge)

Guru tidak bisa mengajarkan apa yang mereka tidak tahu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan guru dengan latar belakang studi pembelajaran baik mayor maupun minor mencapai hasil prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa dari guru tanpa latar belakang di bidang studi mereka. Hubungan antara pengetahuan guru dan hasil pencapaian siswa sangat masuk akal. Guru yang sukses dalam pembelajaran tahu konten dan dapat menentukan pengetahuan dan keterampilan kunci yang perlu dikuasai siswanya serta mampu mengintegrasikan mereka ke dalam pembelajaran yang efektif.

  • Kursus Kependidikan (Educational Coursework)

Guru harus terus mengembangkan pengetahuan profesional mereka untuk memperbaharui pengetahuan dan keterampilan mereka. Bagi guru, pembaharuan ini seperti mengambil kelas pascasarjana dalam pendidikan, menghadiri seminar, dan berpartisipasi dalam berbagai kesempatan lain dalam pengembangan profesional. Apa yang guru lakukan dalam hal memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik sebelum dan setelah mereka mulai mengajar, mempengaruhi pembelajaran yang terjadi di kelas mereka.

  • Sertifikasi Guru (Teacher Certification)

Sertifikasi guru ditentukan oleh masing-masing negara dan dikeluarkan untuk siapa saja yang dianggap telah memenuhi syarat untuk mengajar berdasarkan kriteria tertentu. Di kebanyakan negara, sertifikasi atau lisensi yang tepat adalah definisi operasional dari seorang “guru berkualifikasi”. Meskipun yang bersertifikat belum tentu menjamin efektivitas, siswa dengan guru bersertifikat biasanya memang memiliki tingkat yang lebih tinggi daripada prestasi siswa dengan guru yang belum bersertifikat.

  • Pengalaman Mengajar (Teaching Experience)

Tidak ada kesepakatan yang kuat dalam literatur penelitian tentang berapa tahun pengalaman guru yang ideal dalam mengajar. Rentang pengalaman guru setidaknya di antara tiga dan delapan tahun sebagai titik dimana guru diidentifikasi sebagai guru “berpengalaman”. Namun, hubungan antara pengalaman mengajar dan efektivitas guru tidak selalu linier dan cenderung berbentuk parabolik.

Demikianlah bahasan kami tentang 5 kunci kompetensi dan kualitas guru. Semoga bermanfaat dan salam sehat selalu (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan