Pengertian dan Dimensi Kematangan Karir

Pengertian dan Dimensi Kematangan Karir

Loading...

Pengertian dan Dimensi Kematangan Karir – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, n.d.) karir (kata bakunya adalah karier) didefinisikan sebagai kombinasi dan urutan peran yang dimainkan oleh seseorang selama hidup. Peran ini termasuk anak-anak, murid atau siswa, warga negara, pekerja, pasangan, ibu rumah tangga, orang tua dan pensiunan (Super, 1980).

Novitasari (2015) menyatakan bahwa karir adalah suatu pilihan dalam kehidupan setiap orang sehingga setiap akan menjalani sebuah karir individu harus memiliki perencanaan karir yang matang dan jelas.

Donald Super dalam (Bandura, 1998) menyatakan bahwa ada dua definisi Kematangan karir. Definisi pertama menyatakan kematangan karir adalah tahap kehidupan nyata dalam kaitannya dengan kehidupan yang diharapkan dengan menyediakan satu dasar untuk menilai bimbingan kedewasaan. Definisi kedua, kematangan karir didasarkan pada repertoar perilaku yang dimiliki individu untuk menghadapi perkembangan tugas yang dianggap sesuai dengan usia dan harapan hidup.

Kematangan karir adalah kemampuan individu dalam menguasai tugas perkembangan karir sesuai dengan tahap perkembangan karir, dengan menunjukkan perilaku-perilaku yang dibutuhkan untuk merencanakan karir, mengeksplorasi karir, memiliki kesadaran dalam membuat keputusan karir dan memiliki wawasan mengenai dunia.

Menurut Safaria (2016) yang menjelaskan mengenai kematangan karir yaitu kemampuan  seseorang untuk sukses beradaptasi dan menyesuaikan dengan tugas-tugas perkembangan vokasionalnya (seperti mampu menyintesiskan, mespesifikasikan, dan mengimplementasikan pilihan karirnya) yang berproses dalam setiap perkembangan karir dari eksplorasi menuju pelepasan (withdrawl).

Novitasari(2015) mengatakan pendapatnya bahwa mengenai kematangan karir adalah keberhasilan seorang individu untuk menyelesaikan tugas perkembangan yang khas pada tahap perkembangannya. Semakin awal siswa memiliki kematangan karir maka akan semakin siap siswa menghadapi tugas-tugas perkembangan karirnya (Keller & Whiston, 2008).

Pengertian kematangan karir menurut para ahli di atas, maka kematangan karir adalah pencapaian keberhasilan yang dilakukan individu dalam melakukan perkembangan karir dan menentukan keberhasilan dimasa depan dengan cara mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai jenjang karir yang akan dipilih.

Apa saja yang mempengaruhi kematangan karir 

Naidoo et al. (1998) menyatakan bahwa kematangan karir dipengaruhi oleh:

  1. Jenis kelamin
  2. Tingkat pendidikan
  3. Status sosial ekonomi (Socioeconomic status)
  4. Pengendalian diri (Locus of control)
  5. Faktor internal
  6. Faktor eksternal
  7. Stabilitas
  8. Partisipasi dalam peran kerja
  9. Komitmen untuk bekerja
  10. Harapan penilaian dalam bekerja

Beberapa faktor yang mempengaruhi kematangan karir individu menurut Safaria (2016) yaitu konsistensi pilihan karir, isi pilihan karir, kesadaran akan pilihan karirnya, kompetensi pilihan karir, proses pilihan karir, dan sikap pilihan karir.

Winkel, W.S (1991) membagi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan karir sebagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal akan mempengaruhi perkembangan karir yaitu nilai-nilai kehidupan yang dikejar seseorang, taraf intelegensi, bakat khusus yang dimiliki, minat, sifat, informasi tentang bidang-bidang pekerjaan, serta keadaan fisik seseorang. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan karir adalah masyarakat, keadaan sosial ekonomi, status sosial ekonomi keluarga, pengaruh dan ekspektasi dari keluarga besar dan inti, pendidikan, pertemanan, serta tuntutan yang melekat pada masing-masing pekerjaan.

Tahap perkembangan karir

Tahap perkembangan kehidupan yang berkaitan dengan perkembangan karir diajukan Super dalam (Winkel, W.S, 1991) ada lima tahapan perkembangan karir sebagai berikut:

  1. Fase pengembangan (Growth) dari saat lahir sampai umur kurang lebih 15 tahun, dimana anak mengembangka berbagai potensi, sikap-sikap, minat-minat dan kebutuhan yang dipadukan dalam struktur gambaran diri (self-concept structure)
  2. Fase eksplorasi (Eksplorasi) dari umur 15 sampai 24 tahun, dimana orang muda memikirkan berbagai alternative jabatan, tetapi belum mengambil keputusan yang mengikat
  3. Fase pemantapan (Establishment) dari umur 25 sampai 44 tahun, yang bercirikan usaha-usaha memantapkan diri melalui pengalaman-pengalaman selama menjalani karir tertentu
  4. Fase pembinaan (Maintenance) dari umur 45 sampai 64 tahun, dimana orang yang sudah dewasa menyesuaikan diri dalam penghayatan jabatannya
  5. Fase kemunduran (Decline), bila orang memasuki masa pensiun dan harus menemukan pola hidup baru sesudah melepaskan jabatannya. 

Kelima tahapan ini menjadi acuan bagi munculnya sikap dan perilaku yang menyangkut suatu taraf dalam kematangan vokasional (vocational maturity).

Dimensi kematangan karir

Menurut (Super & Kidd, 1979) terdapat lima dimensi kematangan karir sebagai berikut:

  1. Perencanaan atau perspektif waktu (Planfulness or time perspective) Dimensi ini mengukur perencanaan terhadap masa depan. Kegiatan yang dilakukan meliputi mempelajari informasi terkait jenis pekerjaan, berdiskusi dengan orang dewasa mengenai perencanaan, pengetahuan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan, dan prospek masa depan dari kerja yang diminati. 
  2. Eksplorasi (Exploration) Dimensi ini mengukur sikap untuk mencari sumber informasi mengenai dunia kerja melaui teman, orangtua, internet maupun guru.
  3. Informasi (Information) Dimensi ini mengukur pengetahuan tentang informasi dunia kerja, mengetahui situasi tempat kerja, mengeksplorasi minat dan kemampuan.
  4. Pengambilan Keputusan (decision making) Dimensi ini mengukur pengetahuan tentang prinsip dan cara mengambil keputusan. Sikap mandiri dalam mengambil keputusan harus sesuai dengan minat dan kemampuan. Kemampuan ini digunakan untuk  menyelesaikan masalah termasuk memilih jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat.
  5. Pengetahuan diri tentang karir (self knowledge of career) Dimensi ini mengukur pengetahuuan mengenai tugas kerja yang secara nyata dari pekerjaan yang diminati,persyaratan yang dibutuhkan. Pada dimensi ini berkaitan erat dengan kemampuan individu dalam mengidentifikasi orang-orang yang berada pada ruang lingkup kerja yang mereka diminati. 

Menurut (Crites & Savickas, 1996) terdapat dua dimensi kematangan karir yaitu Sikap dan Kompetensi, dengan indikator pengukuran kematangan karir sebagai berikut:

Sikap (attitude)

Pengukuran sikap sebagai berikut:

  1. Orientasi pengambilan keputusan karir berupa pengenalan pada kesenangan dan nilai-nilai pekerjaan.
  2. Keterlibatan dalam pengambilan keputusan karir berupa individu yang berpartisipasi aktif pada proses memilih karir
  3. Kebebasan dalam pengambilan  keputusan karir
  4. Kesepakatan dalam membuat keputusan karir berupa kesepakatan antara kebutuhan dengan kenyataan
  5. Ketegasan dalam pengambilan keputusan karir

Kompetensi (competence)

Pengukuran kompetensi meliputi penilaian diri, informasi pekerjaan, seleksi tujuan, perencanaan, dan pemecahan masalah.

Menurut Lanqley & Schepers (1990) mengatakan ada lima dimensi kematangan karir. Lime dimensi tersebut yaitu :

  1. Pengetahuan tentang diri meliputi kebutuhan, peran hidup, nilai-nilai kepentingan kerja, serta faktor-faktor lain yang relevan.
  2. Kemampuan membuat keputusan meliputi pengambilan keputusan dan pilihan pekerjaan.
  3. Informasi karir berkaitan dengan pilihan dalam berbagai sumber informasi.
  4. Perencanaan karir berkaitan dengan merencanakan karir yang akan dilakukan  selepas lulus kuliah.
  5. Proses integrasi meliputi penyesuaian unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat yang ada kaitannya dengan pilihan dalam menentukan karir.

Sedangkan menurut Savickas (1984) menyatakan bahwa gambaran tentang tahapan kematangan karir yaitu perencanaan, eksplorasi, dan memutuskan. Berikut penjelasannya:

  1. Perencanaan. Dalam proses merencanakan kematangan karir harus melihat ke depan mengenai karir yang cocok dan layak dengan cara merencanakan beberapa peluang yang bisa diambil. Kegiatan ini mencakup aspek sebagai berikut: mempelajari informasi terkait dengan pekerjaan yang diminati, berbicara dengan orang dewasa yang sudah berpengalaman, pengetahuan mengenai keadaan pekerjaan dan prospek kerja ke depannya.
  2. Eksplorasi. Pada masa eksplorasi, melakukan pencarian informasi sebanyak-banyaknya dapat membantu individu untuk menemukan tujuan karir yang sesuai dengan keinginannya. Informasi dapat diperoleh melalui teman, guru, orang tua maupun internet.
  3. Memutuskan. Setelah itu, akan melakukan keputusan karir yang akan diambil. Individu harus memiliki sikap mandiri dalam menentukan pilihan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa adanya paksaan dari mana pun.

Daftar Pustaka

Bandura, A. (1998). Self-Efficacy. Encyclopedia of mental health, 4(1994), 71–81.

Crites, J. O., & Savickas, M. L. (1996). Revision of the Career Maturity Inventory Maturity Inventory. https://doi.org/10.1177/106907279600400202

KBBI. (n.d.). No Title.

Keller, B. K., & Whiston, S. C. (2008). The Role of Parental Influences on Young Adolescents ’ Career Development. Journal of Career Assessment, XX(X), 1–20. https://doi.org/10.1177/1069072707313206

Lanqley, R., & Schepers, J. M. (1990). Gerekenariseerde Ioopbaanvoorligting : ’ n Evaluering van die DISCOVER-steIseI, 20(4).

Naidoo, A. V, Bowman, S. L., & Gerstein, L. H. (1998). Demographics , Causality , Work Salience , and the Career Maturity of African-American Students : A Causal Model, 27(53), 15–27.

Novitasari, A. D. (2015). HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PERENCANAAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 KALASAN. Bimbingan dan Konseling.

Safaria, T. (2016). Peran Efikasi Diri , Pola Asuh Otoritatif , dan, 43, 154–166.

Savickas, M. L. (1984). Career Adaptability : An Integrative Construct for Life-Span , L i fe-Space Theory, 45, 247–259.

Super, D. E. (1980). A life-span, life-space approach to career development. Journal of Vocational Behavior, 16, 282–298.

Super, D. E., & Kidd, J. M. (1979). Vocational Maturity in Adulthood : Toward Turning a Model into a Measure, 270, 255–270.

(maglearning.id)

Loading...

2 comments

Tinggalkan Balasan