Langkah Membentuk Kebiasaan Baru Untuk Mencapai Tujuan

Langkah Membentuk Kebiasaan Baru Untuk Mencapai Tujuan

Loading...

Langkah Membentuk Kebiasaan Baru Untuk Mencapai Tujuan – Dari waktu ke waktu kita mulai menapaki usia yang lebih dewasa, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Berubah ke arah lebih baik, biasanya orang-orang mendengungkan hal ini saat awal tahun baru.

Dari ujung rambut hingga ujung kaki, kita semangat sekali untuk mengubah berbagai hal pada diri kita. Sesimpel bila tahun lalu kita sering tidur-tiduran, kali ini kita ingin melakukan kegiatan produktif seperti olahraga. Tapi membangun kebiasaan baru itu tidak semudah itu lho, sering kita berhenti di tengah jalan, malas-malasan dan alasan lainnya.

Nah, apa lagi bila ada banyak hal yang harus kita capai atau selesaikan. Misalnya selesai kuliah, menabung uang yang cukup, atau menyelesaikan sebuah proyek yang terbengkalai, atau hanya sekedar memperbaiki diri. Semua itu adalah tujuan hang harus dicapai agar hidup kita lebih berkualitas.

Sekadar berubah saja tidak cukup, butuh komitmen tinggi dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan baru yang lebih baik. Untuk meminimalisir terjadinya kegagalan dalam mencapai tujuan alangkah baiknya teman-teman membaca tips langkah efektif membentuk kebiasaan baru untuk mencapai tujuan berikut ini.

Mulai dari hal kecil

Langkah pertama untuk membentuk kebiasaan baru adalah memulai dari hal kecil, biasanya langkah ini dekat dengan hobi kita. Yang namanya melangkah pasti memerlukan persiapan, jangan terburu-buru melakukan berbagai hal sekaligus, takutnya kita malah merasa terbebani dan membuat kita gagal membentuk kebiasaan baru.

Jika kita ingin membentuk kebiasaan olahraga. Mulai saja dengan langkah sederhana, misal berjoging 10 menit seminggu dua kali, dan kemudian teruskan intensitasnya. Intinya kita jangan sampai merasa berat untuk melakukan aktivitas tersebut. Lakukan hal itu secara rutin hingga kita nyaman dengan aktivitas tersebut. Lalu secara perlahan kita bisa meningkatkan frekuensinya.

Tingkat frekuensi perlahan

Level ini bisa kita lakukan bila kita sudah terbiasa dengan kebiasaan baru. Menaikkan frekuensi kebiasaan baru secara perlahan. Jangan sampai kita terlalu ambisius dan meningkatkan beban yang tidak sesuai kemampuan kita. Misal dalam seminggu kita bersepeda 1 kali, tingkatkan lagi di waktu berikutnya menjadi 2 kali. Dengan pola seperti ini, kita akan merasa mudah untuk menjalankan kebiasaan baru dan secara perlahan kita juga bisa mencapai frekuensi yang diidam-idamkan.

Langkah membentuk kebiasaan baru biasanya akan bertahan lama bila kita lebih ajeg daripada lebih intensif. Secara teoritis lebih masuk ke teori behaviorisme, di mana stimulus dan respons memegang peranan yang signifikan.

Membagi Kebiasaan Baru

Ini bisa kita lakukan saat kita berada di fase meningkatkan frekuensi secara perlahan. Kita bisa memecah kebiasaan baru dalam beberapa bagian. Misal selama ini kita sudah mampu belajar 2 jam per hari, bagilah menjadi 1 jam di pagi hari 1 jam di malam hari. Hal ini dilakukan sebagai variasi agar kita tidak bosan dalam melakukan kebiasaan baru.

Kita juga terhindar dari rasa lelah dan belajar dalam memanajemen waktu. Namun perlu diingat, bahwa kegiatan itu harus tetap rutin dilakukan walaupun dengan jam yang lebih dinamis.

Kembali Ke Jalur

Saat melakukan kebiasaan baru kita akan mengalami fase di mana kita bisa keluar dari jalur yang semestinya, bahkan berbelok putar arah. Kita tergoda dengan hal lain yang membuat tujuan kita tidak tercapai. Ini adalah hak wajar dan tantangan yang ada harus dihadapi. Selalu ingat tujuan kita dari awal, ingat lagi perjuangan kita selama ini.

Jika sudah mengalami hal ini segera kembali ke jalur, yang terpenting kita jangan sampai berhenti. Jangan terlalu dipikirkan dan maafkan diri sendiri. Dan lanjutkan apa yang sudah kita mulai.

Mempertahankan kenyamanan kita

Ini adalah fase terakhir untuk sukses membentuk kebiasaan baru dan sering kali diikuti oleh sudah tercapainya tujuan awal. Selanjutnya yang terpenting adalah mempertahankan kenyamanan. Setelah kita struggle dalam fase awal-awal, kita mulai mencapai fase yang membuat kita lebih santai. Kita sudah bisa menjadikan kebiasaan baru sebagai sesuatu yang menyenangkan.

PR kita di fase ini cuma menjaga konsistensi, tidak usah terburu-buru namun juga jangan terlalu stagnan, jaga agar tetap dalam kadar yang seimbang. Atau dengan istilah santai tapi serius.

Saya kira cukup sekian tips langkah efektif dalam membentuk kebiasaan baru untuk mencapai tujuan dari kami. Semoga bermanfaat dan tetap bahagia sepanjang hayat (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan