Jenis Jenis Software pendukung e-Learning

Jenis Jenis Software pendukung e-Learning

Loading...

Jenis Jenis Software pendukung e-Learning – Untuk melaksanakan pembelajaran kelas maya atau e-learning diperlukan beberapa komponen pendukung. Komponen-komponen pendukung e-learning adalah sebagai berikut:

  1. Perangkat keras (hardware): komputer, laptop, netbook, maupun tablet.
  2. Perangkat lunak (software): Learning Management System (LMS), Learning Content Management System (LCMS), Social Learning Network (SLN).
  3. Infrastruktur: Jaringan intranet maupun internet.
  4. Konten pembelajaran.
  5. Strategi interaksi/komunikasi pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran.

Lebih khusus menganai perangkat lunak atau software ada banyakn jenis jenis software yang dapat digunakan untuk mendukung e-learning. Dalam pelaksanaan kelas maya dimanfaatkanlah berbagai perangkat lunak/aplikasi/sistem yang pada umumnya berbasis web.

Walaupun banyak sekali jenis-jenis software yang bisa digunakan, namun secara umum dikenal dua jenis software yaitu yaitu Learning Management System (LMS) dan Learning Content Management System (LCMS). Dan kemudian dalam perkembangan selanjutnya, seiring meluasnya pemanfaatan Social Network (SN) khususnya Facebook, muncullah aplikasi Social Learning Network (SLN) sebagai salah satu alternatif bentuk kelas maya.

Penjelasan singkat tentang Jenis Jenis Software pendukung e-Learning

Learning Management System (LMS)

Menurut Courts dan Tucker (2012), Learning Management System atau LMS adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembelajaran, mengirimkan konten (content delivery system), dan melacak aktivitas daring seperti memastikan kehadiran dalam kelas maya, memastikan waktu pengumpulan tugas, dan melacak hasil pencapaian siswa.

Sedangkan menurut Kerschenbaum (2009), LMS adalah sebuah aplikasi yang berfungsi mengadministrasikan secara otomatis berbagai kegiatan pembelajaran. Guru dapat menggunakan aplikasi ini untuk berbagi sumber belajar, berinteraksi, dan berdiskusi dengan siswa, menyampaikan pengumuman, memberi tugas maupun ujian, serta memberikan penilaian, sedangkan siswa dapat membaca materi belajar, menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengirimkan tugas dan menjawab soal-soal ujian.

Contoh dari LMS antara lain; Moodle, Edmodo, Dokeos, aTutor, Google Classroom, dll.

Learning Content Management System (LCMS)

Menurut Kerschenbaum (2009), Learning Content Management System (LCMS) adalah sebuah aplikasi yang digunakan oleh pemilik konten untuk :

  • mendaftar (register),
  • menyimpan (store),
  • menggabungkan (assembly),
  • mengelola (manage), dan
  • memublikasikan (publish) konten pembelajaran

melalui web, atau dalam bentuk cetak, maupun CD.

Secara lebih rinci, LCMS adalah sebuah aplikasi untuk mengelola konten pembelajaran. LCMS tidak hanya dapat membuat, mengelola, dan menyediakan modul-modul pembelajaran, tetapi juga mengelola dan menyunting (edit) semua bagian yang membentuk sebuah katalog.

Contoh dari LCMS antara lain; Claroline, e-doceo solutions.

Perbedaan LMS dan LCMS

Perbedaan utama dari LMS dan LCMS adalah LMS merupakan media interaksi antara siswa dan guru, sedangkan LCMS adalah media yang digunakan oleh penulis konten maupun perusahaan penerbit konten.

Berdasarkan fungsinya LMS dan LCMS dapat dibedakan sebagai berikut.

LMSLCMS
Pendaftaran dan administrasi siswaPengembangan konten secara bersama (collaborative content development) yang dilengkapi dengan template
Pengelolaan aktifitas kelasPengelolaan konten
Pengelolaan kurikulum dan sertifikasiPublikasi
Pengelolaan kompetensiIntegrasi Alur Kerja (Workflow integration)
PelaporanAntar muka yang terintegrasi dengan LMS
Pengelolaan rekaman pembelajaran
Menyusun/mengembangkan bahan pembelajaran (Courseware authoring)

Social Learning Network (SLN/SLNs)

LMS dan LCMS merupakan jenis software e-learning yang telah banyak digunakan dan terbukti handal dalam penerapan sistem e-learning. Akan tetapi sistem ini juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah sebagian besar dari sistem ini kurang memperhatikan daya suai (adaptability), fleksibilitas, dan hubungan sosial.

Bahkan pada sebagian kasus, fitur-fitur kolaborasi dan fitur analisis hubungan sosial dinonaktifkan yang menyebabkan pengelola sistem tidak dapat mengetahui hal-hal yang sedang dikerjakan oleh komunitasnya.

Oleh karena itu, dalam perkembangan teknologi saat ini, konsep hubungan sosial dan kepedulian sosial mulai diterapkan dan memberikan pengaruh yang berarti terhadap kolaborasi dan pembelajaran. Dengan adaptasi konsep ini dalam teknologi, siswa dapat berkolaborasi, meningkatkan kemampuan kognitif, dan keterampilan sosialnya. Oleh karena itu, muncullah paradigma baru dalam belajar yang disebut CSSL (Computer Supported Social Learning).

Di dalam Computer Supported Social Learning terdapat konsep Social Learning Network yang bertujuan untuk mendorong penggunanya memiliki pengalaman baru dalam belajar menggunakan jejaring sosial (Social Network) yang telah dilengkapi dengan konsep kepedulian sosial.

Jejaring sosial atau social network (SN) adalah ‘sebuah jejaring’ yang memuat interaksi sosial dan hubungan interpersonal. Secara lebih rinci, social network / SN adalah sebuah aplikasi atau laman yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi satu sama lain dengan cara saling bertukar informasi, komentar, pesan, gambar, maupun audio-video.

Dalam Social Network Sites (SNS) seperti Facebook, Instagram atau Twitter, pengguna difasilitasi untuk melakukan interaksi, komunikasi, dan kolaborasi (Greenhow, Robelia, & Hughes, 2009). Dengan kata lain, mekanisme bersosialisasi melalui jaringan ini telah terbukti dapat meningkatkan hubungan interpersonal dan memfasilitasi komunikasi nonverbal melalui media seperti audio-video maupun gambar.

Dengan berkomunikasi melalui media ini, interaksi interpersonal menjadi lebih dekat. Oleh karena itu, berdasarkan kelebihan inilah berbagai situs jejaring sosial didorong untuk dimanfaatkan dalam pembelajaran.

Social Learning Network/s (SLN/SLNs) atau Jejaring Sosial untuk Pembelajaran, menurut Kordesh (2000) adalah koneksi interpersonal melalui interaksi dengan tujuan utama untuk pengembangan pengetahuan. Secara lebih rinci, SLN merujuk pada beberapa fenomena, yaitu :

  • Penggunaan Social Network (SN) untuk pembelajaran dalam pendidikan formal.
  • Penggunaan SN oleh para pelajardalam sebuah kolaborasi/diskusi yang dilaksanakan secara informal.
  • Penggunaan laman yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran melalui jejaring sosial (Social Learning Network atau SLN).
  • Penggunaan SLN yang secara khusus dikembangkan sendiri oleh guru.

Social Learning Network/s (SLN/SLNs) ini dapat memperkaya pilihan jenis jenis software e-learning yang bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran di era modern.

Latihan Soal jenis jenis software kelas maya

Silakan kerjakan latihan soal online berikut ini untuk memaksimalkan hasil belajar Anda.

https://quizizz.com/join/quiz/5e86251474f2a1001bd893df/start

Latihan Soal jenis jenis software e-learning

Demikianlah uraian tentang Jenis Jenis Software pendukung e-Learning yang bisa kami sajikan. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu kembali di artikel berikutnya (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan