Cara Investasi Reksa dana

Cara Investasi Reksa dana: Strategi Jitu Untuk Pemula

Loading...

Cara Investasi Reksa dana: Strategi Jitu Untuk Pemula – Berinvestasi Reksa dana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang di bank. Menabung atau mendepositokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang.

Investasi atau Membeli Reksa dana adalah membeli sejumlah unit Reksa dana melalui agen penjual Reksa dana, tingkat imbalan tidak dapat ditentukan di awal pada saat membeli Reksa dana. Reksa dana adalah instrumen investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti.

Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana berinvestasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksa dana yang akan dipilih. Apabila Anda merasa kurang yakin akan Reksa dana yang dipilih sebaiknya mintalah nasihat kepada penasihat investasi, perencana keuangan atau  akuntan yang terlatih dalam perencanaan investasi.

Mengenal Jenis-jenis Invesatasi Reksa dana

Bedasarkan jenis portofolio investasinya Reksa dana dapat dibagi menjadi Reksa dana Pasar Uang, Reksa dana Pendapatan Tetap, Reksa dana Saham dan Reksa dana Campuran. Strategi berInvestasi pada masing-masing jenis Reksa dana di atas adalah sebagai berikut;

  • Reksa dana Pasar Uang menginvestasi sebagian besar dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing,
  • Reksa dana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar dananya kedalam Obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi Korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap.
  • Reksa dana Saham menginvestasi dananya pada pasar saham saja.
  • Reksa dana Campuran menginvestasikan dana pada saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya.

Memahami Istilah dalam berinvestasi Reksa dana

Sebagai langkah awal untuk mempelajari bagaimana menentukan cara investasi reksadana yang aman dan menguntungkan adalah dengan memahami apa saja istilah-istilah khusus dalam Reksadana. Ada banyak ditemui istilah-istilah dalam laporan transaksi dari investasi keuangan, salah satunya adalah NAB (Nilai Aktiva Bersih) dan UP (Unit Penyertaan).

  • NAB adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana, dan biasa disebut asset under management. Biasanya ini mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi.
  • UP yaitu satuan ukuran yang menunjukkan jumlah penyertaan yang dimiliki investor, atau kata lainnya adalah NAB yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana.
  • NAB/UP adalah nilai aktiva per uni penyertaan. Pengertiannya adalah harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai suatu reksa dana.
  • Subscription adalah biaya untuk membeli reksa dana. Besaran biaya biasanya antara 0% hingga 5%.
  • Redemption adalah biaya untuk menjual Reksadana dan biayanya juga antara 0% hingga 5% dari nilai investasi.
  • Prospektus adalah berisi profil perusahaan dan laporan keuangan tahunannya sebagai gambaran nilai saham perusahaan tersebut. Ini biasanya sebagai acuan untuk menentukan pilihan reksa dana jenis apa yang akan dipilih.
  • Manajer Investasi adalah manajemen profesional yang mengelola dana investasi yang ditempatkan.
  • Bank Kustodian adalah lembaga keuangan yang menjadi administrator, pengawas, dan menjaga aset dari dana yang diinvestasikan.
  • Portofolio Efek adalah kumpulan surat berharga termasuk saham, obligasi, dan unit penyertaan reksa dana yang telah dijual.
  • Transaksi Disbursement adalah transaksi pembayaran atau pencairan dari sebagian unit yang dimiliki investor. Tentu yang membayar pencairan ini adalah Manajer Investasi yang diinstruksikan kepada Bank Kustodian untuk diberikan kepada investor.
  • Transaksi Switching adalah pengalihan dari reksa dana tertentu ke jenis reksa dana lainnya oleh investor.
  • KIK atau kontrak investasi kolektif adalah bentuk dari Reksa dana berupa kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian.

Strategi Pemilihan Investasi Reksadana

Cara Berinvestasi Reksa dana yang menguntungkan adalah dengan membuat perencanaan yang tepat. Perencanaan keuangan dengan menggunakan Reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit Reksa dana. Pemilihan Reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis Reksa dana, seperti telah disinggung di atas secara garis besar terdiri dari Reksa dana pasar uang, Reksa dana pendapatan, tetap, Reksa dana campuran dan Reksa dana saham.

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya Reksa dana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis Reksa dana lainnya, kemudian  yang pada umumnya memberikan keuntungan cukup besar adalah Reksa dana campuran. Urutan-urutan berikutnya adalah Reksa dana pendapatan tetap, Reksa dana terproteksi dan Reksa dana pasar uang.

Menentukan Pola Investasi Reksa dana

Setelah mengetahui masing-masing sifat jenis Reksa dana maka langkah berikutnya adalah menentukan pola inventasi yang akan dilakukan dengan melihat profil investasi, tujuan berinvestasi dan juga harapan hasil berinvestasi. Informasi mengenai ketiga hal tersebut di atas sangat diperlukan sebagai tolok ukur untuk menentukan Reksa dana yang akan dipilih.

Reksadana dikelola oleh manajer investasi yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, analisa yang baik dalam memilih manajer investasi pengelola Reksadana akan sangat berpengaruh dalam memilih manajer investasi pengelola Reksa dana. Ini adalah cara investasi Reksadana yang cerdas.

Disarankan memilih manajer investasi Reksa dana yang bereputasi baik yang memiliki ciri-ciri antara lain;

  • telah cukup lama berdiri,
  • memiliki tim manajemen yang baik, 
  • telah dipercaya mengelola Reksa dana yang besar,
  • memberikan tingkat hasil investasi yang baik dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan pengelola Reksa dana lain.

Bagaimana memilih Reksadana yang baik tidak hanya cukup dengan memilih pengelola investasinya namun juga perlu mengetahui kinerja Reksadana dan mengetahui komposisi investasi yang ada pada Reksadana yang ditawarkan. Informasi tersebut bisa didapatkan pada fact sheet masing-masing Reksa dana dari pada agen penjual Reksa dana, usahakan Anda berhubungan dengan Agen Penjual Reksa dana yang telah bersertifikat WAPERD agar mendapatkan informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Strategi Portofolio Reksa dana

Setelah mengetahui cara investasi Reksa dana dengan mengetahui bagaimana memilih Reksa dana yang baik dalam artian  mempunyai tingkat hasil investasi yang bagus, dikelola oleh manajer investasi bereputasi baik maka langkah selanjutnya adalah menentukan komposisi Reksa dana yang akan kita miliki. Sebelum menyusun portofolio yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansial kita.

Apabila kita bertujuan memperoleh tingkat hasil investasi yang cukup tinggi maka kompensasinya yang diminta adalah memiliki risiko yang lebih tinggi maka Reksa dana saham mempunyai porsi yang lebih besar dibandingkan Reksa dana jenis lainnya, namun apabila yang diinginkan adalah tingkat hasil investasi dan tingkat risiko sedang yaitu memberikan imbalan yang cukup tinggi namun dengan risiko yang lebih rendah dari Reksa dana saham maka Reksa dana jenis campuran akan menjadi pilihan yang baik. Bagi mereka yang menghendaki risiko yang lebih rendah lagi  maka Reksadana obligasi atau Reksadana terproteksi akan menjadi pilihan tepat untuk masuk portofolio investasi.

Memilih Aplikasi Investasi Reksa dana

Saat ini cara berinvestasi Reksa dana sudah sangat mudah, bahkan kita tidak perlu ke luar rumah untuk membeli Reksa dana. Tidak perlu lagi pergi ke bank untuk menyetor uang dan sebagainya. Kita tinggal menggerakkan jari jemari kita di layar gawai. Ada banyak pilihan aplikasi investasi berbasis online atau aplikasi Android yang bisa kita gunakan. Berikut ini adalah beberapa aplikasi Reksa dana yang bisa Anda pilih:

  • Bareksa. Bareksa adalah salah satu pemain reksa dana dengan jam terbang yang tinggi sejak 2013. Simpelnya, Bareksa itu seperti marketplace untuk produk-produk reksa dana. Jadi lewat aplikasi Bareksa, kamu bisa bebas memilih reksa dana yang jumlahnya sampai ratusan produk.
  • Bibit. Bibit merupakan pemain yang relatif baru. Perusahaan ini mendapatkan lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan pada 2018. Namun, kemunculan Bibit menarik perhatian banyak investor. Skema yang dipakai Bibit ini menggunakan prinsip Modern Portfolio Theory yang dikenalkan oleh Harry Markowitz dalam pengelolaan portofolio investasi.
  • Ajaib. Cara kerja Ajaib hampir mirip dengan aplikasi reksa dana lainnya. Melalui Ajaib, investor pemula bisa langsung mendapat rekomendasi produk saham yang bisa dibeli.
  • Tanamduit. Tak cuma Reksadana, Tanamduit juga melayani transaksi investasi surat berharga negara (SBN), asuransi, sampai emas batangan. Yang menarik dari aplikasi tanam duit adalah Anda bisa memantau portofolio investasi melalui fitur ‘One View Portfolio’. Nah, kamu juga bisa melakukan perbandingan 3 produk Reksa dana sekaligus untuk melihat performanya sebelum membeli.
  • IPOT. Mungkin IPOT lebih dikenal sebagai aplikasi saham. Padahal IPOT juga melayani transaksi investasi reksadana juga. IPOT memberikan opsi investasi Reksadana melalui IPOTFund. Cara kerjanya sama dengan aplikasi Reksa dana lainnya, yakni sebagai marketplace produk-produk Reksa dana.
  • POEMS ID. Cara investasi Reksa dana ini menjadi salah satu yang paling andal karena dijalankan oleh Phillip Sekuritas, salah satu sekuritas top yang ada di Indonesia. Meski lebih dikenal sebagai aplikasi saham, POEMS ID juga menawarkan opsi investasi Reksadana.
  • Tokopedia. Tokopedia juga punya fitur investasi Reksadana. Untuk memberikan layanan investasi Reksa dana ini, Tokopedia menggandeng Bareksa sebagai agen penjual produk Reksa dana. Tokopedia juga mengklaim kecepatan pencairan dana investasi dalam hitungan menit saja. Padahal di aplikasi lain, pencairan dana investasi bisa memakan waktu 1-2 hari kerja.
  • Bukalapak (Bukareksa). Bukalapak pun nggak mau ketinggalan dengan tokopedia. Lewat aplikasinya, Bukalapak merilis fitur Bukareksa sebagai layanan investasi Reksa dana. Produk-produk Reksa dana yang dijual melalui Bukareksa didapat dari Bareksa dan Tanamduit. Bukareksa juga menawarkan opsi pencairan instan.

Penutup

Dengan uraian tersebut di atas mudah-mudahan Anda sudah dapat memperoleh pengetahuan tentang cara investasi Reksa dana yang menguntungkan, terutama bagaimana memilih dan menentukan strategi dalam menyusun portofolio investasi Reksadana. Apabila masih terdapat kebimbangan atau perlu meningkatkan rasa percaya diri dalam menentukan portofolio rekasadana disarankan berkonsultasi kepada perencana keuangan independen yang sekarang telah semakin banyak jumlahnya. Demikianlah bahasan kami tentang Cara Investasi Reksa dana: Strategi Jitu Untuk Pemula. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan