Pengertian Analisis Korelasi

Pengertian Analisis Korelasi (Konsep Dasar)

Loading...

Apa sebenarnya korelasi itu? Pengertian Analisis Korelasi adalah teknik analisis yang  termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi   merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.

Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Karl Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Pengukuran asosiasi mengenakan nilai numerik untuk mengetahui tingkatan asosiasi atau kekuatan hubungan antara variabel.

Dua variabel dikatakan berasosiasi jika perilaku variabel yang satu mempengaruhi variabel yang lain. Jika tidak terjadi pengaruh, maka kedua variabel tersebut disebut independen. Jadi, tidak ada variabel dependen atau terikat dalam analisis korelasi.

Pengertian Analisis Korelasi Menurut Para Ahli

Analisis korelasi adalah metode evaluasi statistik yang dipergunakan untuk mempelajari kekuatan hubungan antara dua variabel kontinu yang diukur secara numerik. Misalnya tinggi dan berat, Gaji dan Jarak rumah, dan sebagainya.

Menurut Jonathan Sarwono (2006) analisis korelasional adalah analisis yang digunakan untuk melihat kuat lemahnya antara variabel bebas dengan tergantung.

Menurut (Sugiyono 2012, 228) Analisis korelasi merupakan teknik untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel satu dengan lainnya dan juga untuk dapat mengetahui bentuk hubungan antar variabel.

Pengertian Koefisien Analisis Korelasi

Koefisien korelasi ialah pengukuran statistik kovarian atau asosiasi antara dua variabel. Besarnya koefisien korelasi berkisar antara +1 s/d -1. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan (strength) hubungan linear dan arah hubungan dua variabel acak. Jika koefisien korelasi positif, maka kedua variabel mempunyai hubungan searah. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefisien korelasi negatif, maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah dan berlaku sebaliknya. Untuk memudahkan melakukan interpretasi mengenai kekuatan hubungan antara dua variabel penulis memberikan kriteria sebagai berikut (Sarwono2006):

  • 0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel
  • >0 – 0,25: Korelasi sangat lemah
  • >0,25 – 0,5: Korelasi cukup
  • >0,5 – 0,75: Korelasi  kuat
  • >0,75 – 0,99: Korelasi  sangat kuat
  • 1: Korelasi sempurna

Jenis Analisis Korelasi

Macam bentuk analisis korelasi antara lain;

  1. Korelasi Pearson. Korelasi Pearson r adalah statistik korelasi yang paling banyak digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara variabel yang berhubungan secara linier dengan skala minimal interval.
  2. Korelasi peringkat Kendall. Korelasi peringkat Kendall adalah uji non-parametrik yang mengukur kekuatan ketergantungan antara dua variabel. Jika kita mempertimbangkan dua sampel, a dan b, di mana setiap ukuran sampel adalah n, kita tahu bahwa jumlah pasangan dengan a b adalah n (n-1) / 2.
  3. Korelasi Spearman. Korelasi spearman adalah tes non-parametrik yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara dua variabel. Uji korelasi peringkat Spearman tidak membawa asumsi apa pun tentang distribusi data dan merupakan analisis korelasi yang sesuai ketika variabel diukur pada skala yang setidaknya ordinal.

Apa Manfaat Analisis Korelasi ?

Berdasar pada pengertian analisis korelasi dan macamnya, kegunaan analisis korelasi bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel (kadang lebih dari dua variabel) dengan skala-skala tertentu, misalnya Pearson data harus berskala interval atau rasio; Spearman dan Kendal menggunakan skala ordinal. Kuat lemah hubungan diukur menggunakan jarak (range) 0 sampai dengan 1 seperti dijelaskan di atas.

Korelasi mempunyai kemungkinan pengujian hipotesis dua arah (two tailed). Korelasi searah jika nilai koefisien korelasi diketemukan positif; sebaliknya jika nilai koefisien korelasi negatif, korelasi  disebut tidak searah. Yang dimaksud dengan koefisien korelasi ialah suatu pengukuran statistik kovariasi atau asosiasi antara dua variabel.

Jika koefisien korelasi diketemukan tidak sama dengan nol (0), maka terdapat hubungan antara dua variabel tersebut. Jika  koefisien korelasi diketemukan +1. maka hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear sempurna dengan kemiringan (slope) positif.  

Sebaliknya, jika  koefisien korelasi diketemukan -1. maka hubungan tersebut disebut sebagai korelasi sempurna atau hubungan linear sempurna dengan kemiringan (slope) negatif. Dalam korelasi sempurna tidak diperlukan lagi pengujian hipotesis mengenai signifikansi antar variabel yang dikorelasikan, karena kedua variabel mempunyai hubungan linear yang sempurna. Artinya variabel X mempunyai hubungan sangat kuat dengan variabel Y. Jika korelasi sama dengan nol (0), maka tidak terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.

Pengukuran asosiasi berguna untuk mengukur kekuatan (strength) dan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Contoh: mengukur hubungan antara variabel:

  1. Motivasi kerja dengan produktivitas;
  2. Kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan;
  3. Tingkat inflasi dengan IHSG

Pengukuran ini hubungan antara dua variabel untuk masing-masing kasus akan menghasilkan keputusan, diantaranya:

  1. Hubungan kedua variabel tidak ada;
  2. Hubungan kedua variabel lemah;
  3. Hubungan kedua variabel cukup kuat;
  4. Hubungan kedua variabel kuat;  
  5. Hubungan kedua variabel sangat kuat;
  6. Hubungan kedua variabel adalah positif;
  7. Hubungan kedua variabel adalah negatif.

Penentuan tersebut didasarkan pada kriteria yang menyebutkan jika hubungan mendekati 1, maka hubungan semakin kuat; sebaliknya jika hubungan mendekati 0, maka hubungan semakin lemah.

Konsep Linieritas dan Korelasi

Setelah memahami pengertian analisis korelasi, penting untuk mengetahui bagaimana konsep linieritas dalam korelasi. Terdapat hubungan erat antara pengertian korelasi dan linieritas. Korelasi Pearson, misalnya, menunjukkan adanya kekuatan hubungan linier dalam dua variabel.

Sekalipun demikian jika asumsi normalitas salah maka nilai korelasi tidak akan memadai untuk membuktikan adanya hubungan linieritas. Linieritas artinya asumsi adanya hubungan dalam bentuk garis lurus antara variabel.

Linearitas antara dua variabel dapat dinilai melalui observasi scatterplots bivariat. Jika kedua variabel berdistribusi normal dan berhubungan secara linier, maka  scatterplot berbentuk oval; jika tidak berdistribusi normal scatterplot tidak berbentuk oval.

Dalam praktiknya kadang data yang digunakan akan menghasilkan korelasi tinggi tetapi hubungan tidak linier; atau sebaliknya korelasi rendah tetapi hubungan linier. Dengan demikian agar linieritas hubungan dipenuhi, maka data yang digunakan harus mempunyai distribusi normal. Dengan kata lain, koefisien korelasi hanya merupakan statistik ringkasan sehingga tidak dapat digunakan sebagai sarana untuk memeriksa data secara individual.

Demikianlah bahasan kami mengenai pengertian analisis korelasi. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi dengan maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan