Komponen Komponen Pembelajaran, Apa Saja

Komponen Komponen Pembelajaran, Apa Saja ?

Komponen Komponen Pembelajaran, Apa Saja ? Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang berkaitan. Dalam sebuah sistem pembelajaran pasti terdiri dari berbagai komponen yang saling berkaitan.

Menurut Heri Rahyubi, 2012:234 komponen pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, kurikulum, guru, siswa, metode, materi, alat pembelajaran (media), dan evaluasi. Gambar di atas adalah ilustrasi dari hubungan antar komponen-komponen dalam pembelajaran.

 

Penjelasan Komponen Komponen Pembelajaran

Penjelasan dari setiap komponen-komponen pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

 

1) tujuan pembelajaran

Tujuan pembelajaran adalah target atau hal-hal yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran biasanya berkaitan dengan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Tujuan pembelajaran bisa tercapai jika pembelajar atau peserta didik mampu menguasai dimensi kognitif dan afektif dengan baik, serta cekatan dan terampil dalam aspek psikomotoriknya. Selain itu, tujuan pembelajaran akan tercapai jika pembelajar atau peserta didik mampu mengekspresikan dan menampilkan bakat serta potensinya secara optimal.

 

2) kurikulum

Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan aktivitas belajar siswa tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya: fasilitas sekolah, lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media pembelajaran, dan sumber-sumber belajar yang memadai.

Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan perkembangan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.

 

3) guru

Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti pendidik, yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, memfasilitasi, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Guru merupakan satu diantara pembentuk- pembentuk utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

4) siswa

Siswa atau peserta didik adalah seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru, pelatih, dan instruktur. Siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa, melainkan subjek pendidikan yang punya pengetahuan, kelebihan, dan potensi tertentu. Siswa memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda.

 

5) metode

Metode pembelajaran adalah suatu model dan cara yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar mengajar agar berjalan dengan baik. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode sangat diperlukan oleh guru, dengan penggunaan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menguasai metode mengajar merupakan keniscayaan, sebab seorang guru tidak akan dapat mengajar dengan baik apabila ia tidak menguasai metode secara tepat.

 

6) materi

Materi merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa jika materi pelajaran yang diberikan menarik, kemungkinan besar keterlibatan siswa akan tinggi; sebaliknya jika materi pelajaran tidak menarik, keterlibatan siswa akan rendah. Materi merupakan salah satu dari komponen komponen pembelajaran yang harus disiapkan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Dalam kegiatan belajar, materi harus didesain sedemikian rupa sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan memerhatikan komponen-komponen yang lain, terutama komponen peserta didik yang merupakan sentral sekaligus subyek pendidik dan pembelajaran.

 

7) alat pembelajaran (media).

Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.

Media pembelajaran adalah perangkat lunak (software) atau perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar. Dilihat dari jenisnya, media dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Media auditif; yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara seperti radio dan audio player.
  • Media visual; yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan, seperti foto, gambar, lukisan, slide, animasi, dan lain-lain
  • Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar seperti: televisi, film, multimedia player, dan lain-lain.

Dari perspektif pembelajaran, macam-macam media pembelajaran bisa dibedakan menjadi:

  • Media Naratif, yaitu media presentasi linier yang meliputi media cetak (teks dan grafik), audio, audio visual, dan siaran televisi atau film.
  • Media Interaktif, yaitu media presentasi yang meliputi hiperteks, hypermedia, multimedia, dan material berbasis web yang dikirimkan melalui internet.
  • Media Adaptif, yaitu media berbasis komputer yang mampu menyesuaikan dengan respons pengguna. Walaupun tidak terjadi bentuk timbal balik yang sepenuhnya, seperti halnya komunikasi antar manusia.
  • Media Komunikatif, yaitu media yang melayani tingkat diskursif Kerangka Percakapan atau komunikasi dua arah.
  • Media Produktif, yaitu media yang memungkinkan siswa untuk berkontribusi dan menghasilkan sesuatu dalam proses belajar mereka melalui kertas, disk, file, dan jaringan.

 

8) evaluasi

Istilah evaluasi berasal dari bahasa inggris yaitu “evaluation”. Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa, guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar.

Evaluasi yang efektif harus mempunyai dasar yang kuat dan tujuan yang jelas. Dasar evaluasi yang dimaksud adalah filsafat, psikologi, komunikasi, kurikulum, manajemen, sosiologi, antropologi, dan lain-lain.

 

Demikianlah bahasan kami mengenai komponen komponen pembelajaran. Semoga ringkasan ini bermanfaat bagi pembaca. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih telah berkunjung ke blog sederhana ini. Sampai jumpa lagi di lain bahasan (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan