Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah dan Langkah Langkahnya

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah dan Langkahnya

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah dan Langkah Langkahnya – Pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran yang memberdayakan siswa untuk melakukan penelitian, mengintegrasikan teori dan praktik, mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan sebuah solusi praktis atas suatu problem tertentu (Savrey, 2006).

Dalam bahasa inggris dimana model pembelajaran ini kali pertama dikenalkan adalah “problem based learning” atau sering disingkat dengan PBL. Model pembelajaran berbasis masalah adalah pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik.

Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, mengembangkan kemandirian belajar, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hal ini sangat penting untuk siswa di era super duper canggih nan dinamis ini.

Siswa harus punya keterampilan yang cukup dalam menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya di kehidupan nyata. Masalah yang semakin dinamis dan kompleks diperlukan pendekatan yang pas dan kongkret.

Lalu, bagaimana langkah-langkah penerapan pembelajaran berbasis masalah ini? Tapi sebaiknya kita pahami dulu berbagai sudut pandang pengertiannya.

 

Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah Menurut Ahli

Ibrahim dan Nur yang dikutip oleh Rusman (2010) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya bagaimana belajar.

Moffit (Kemendikbud, 2002) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pembelajaran.

 

Persamaan kedua pengertian terletak pada pendayagunaan kemampuan berpikir dalam sebuah proses kognitif yang melibatkan proses mental yang dihadapkan pada kompleksitas suatu permasalahan yang ada di dunia   nyata.   Dengan   demikian,   siswa   diharapkan   memiliki pemahaman yang utuh dari suatu materi yang diformalisasikan dalam masalah, penguasaan sikap positif, dan keterampilan secara bertahap dan berkesinambungan.

Pembelajaran berbasis masalah menuntut aktivitas mental siswa dalam memahami suatu konsep, prinsip, dan keterampilan melalui situasi atau masalah yang disajikan di awal pembelajaran. Situasi atau masalah menjadi titik tolak pembelajaran untuk memahami prinsip, dan mengembangkan keterampilan yang berbeda.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berkaitan dengan penggunaan kecerdasan dari dalam individu untuk membangun konsep atau prinsip yang memungkinkan mereka memecahkan masalah yang bermakna, relevan, dan kontekstual.

 

Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah

Arends   (2008)   mengemukakan  bahwa  langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah adalah sebagai berikut.

  1. Orientasi siswa pada situasi masalah. Menjelaskan tujuan pembelajaran, logistik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, memotivasi siswa agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya.
  2. Mengorganisasi siswa untuk belajar. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
  3. Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai sebagai hasil pelaksanaan tugas, misalnya berupa laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka tempuh atau gunakan

 

Langkah-langkah penerapan pembelajaran  berbasis  masalah menurut Forgaty  (1997)  dimulai dengan masalah yang tidak terstruktur. Dari ketidakstrukturan ini siswa menggunakan kecerdasannya melalui diskusi dan penelitian untuk menentukan isu yang ada.

Langkah-langkah yang ada dilalui oleh siswa dalam sebuah proses pembelajaran berbasis masalah adalah:

  • menemukan masalah;
  • mendefinisikan masalah;
  • mengumpulkan fakta:
  • pembuatan hipotesis;
  • penelitian;
  • rephasing masalah;
  • menyuguhkan alternatif;
  • mengusulkan solusi.

 

Lingkungan belajar yang harus disiapkan dalam Pembelajaran Berbasis Masalah adalah lingkungan belajar yang terbuka, menggunakan proses demokrasi, dan menekankan pada peran aktif siswa. Seluruh proses membantu siswa untuk menjadi mandiri dan otonom yang percaya pada keterampilan intelektual mereka sendiri. Lingkungan belajar menekankan pada peran sentral siswa bukan pada guru.

 

Desain Masalah pada Pembelajaran Berbasis Masalah

Masalah yang disajikan dalam pembelajaran berbasis masalah sebaiknya merupakan masalah autentik. Masalah autentik adalah masalah yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat langsung jika   ditemukan  penyelesaiannya.

Dengan  mengangkat masalah-masalah autentik ke dalam kelas diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna. Hal ini diperkuat dengan pernyataan John Dewey (Haris Mudjiman, 2007) yang mengemukakan bahwa proses belajar akan terjadi kalau siswa dihadapkan masalah dari kehidupan nyata  untuk  dipecahkan,  sehingga  dari  menghadapi masalah, siswa akan membentuk pengetahuan baru melalui langkah analisis terhadap pengetahuan-pengetahuan yang mereka kumpulkan.

Penerapan pembelajaran berbasis masalah, siswa dihadapkan pada masalah yang autentik dan siswa diharapkan mampu menggunakan dan mengembangkan kemampuan dasar yang dimilikinya serta dapat menggunakan berbagai macam strategi untuk memecahkan masalah tersebut.

Menurut Rusman (2010) dalam pembelajaran berbasis masalah sebuah masalah yang dikemukakan kepada siswa harus dapat membangkitkan pemahaman siswa terhadap masalah, sebuah kesadaran akan kesenjangan, pengetahuan, keinginan memecahkan masalah, dan persepsi bahwa mereka mampu memecahkan masalah tersebut.

Jadi dapat disimpulkan bahwa masalah dalam konteks pembelajaran berbasis masalah adalah suatu hal yang secara sadar dimengerti siswa untuk dicari penyelesaiannya, namun untuk mendapatkan penyelesaian tersebut membutuhkan integrasi keterampilan dan pengetahuan yang sudah dipahami sebelumnya.

 

Demikianlah pembahasan dan kajian sederhana mengenai pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah dari beberapa sudut pandang dan bagaimana langkah-langkah dalam penerapannya. Semoga tulisan ringkas ini bermanfaat. Sampai jumpa kembali pada bahasan model-model pembelajaran bersama maglearning.id.

Loading...

Tinggalkan Balasan