Bentuk-Bentuk Interaksi Dalam Pembelajaran

Interaksi dalam proses pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan. Bahkan seringkali interaksi inilah yang menentukan kualitas pembelajaran seseorang. Proses pembelajaran terjadi dalam interaksi-interaksi ini. Banyak sekali bentuk interaksi dalam proses pembelajaran dan setiap interaksi mempunyai pengaruh yang berbeda- beda.

Ada tiga kategori umum dari interaksi yang dapat dibangun dalam setiap kegiatan pembelajaran. Peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan gurunya, dengan peserta didik lain, atau dengan konten materi pembelajaran. Masing-masing jenis interaksi ini berkontribusi pada pengalaman belajar dalam berbagai cara. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan campuran dari berbagai jenis interaksi umumnya akan lebih menarik daripada kegiatan yang fokus hanya pada satu bentuk interaksi saja.

  • Interaksi siswa dengan guru. Interaksi ini bisa terjadi secara individual siswa dan gurunya, seperti yang mungkin terjadi selama jam kantor atau dalam percakapan pribadi, baik secara langsung ataupun online. Interaksi ini juga bisa satu-ke-banyak, seperti ketika seorang guru berinteraksi dengan sekelompok siswa di kelas dan ketika diskusi.
  • Interaksi siswa dengan siswa. Interaksi antar siswa dapat terjadi secara informal (misalnya, kelompok belajar mandiri) atau bisa menjadi bagian formal dari pembelajaran dengan diskusi kelas, debat, proyek kelompok, dll.
  • Interaksi siswa dengan konten. Contoh interaksi dengan konten secara tradisional adalah membaca buku teks serta bahan berbasis teks lainnya. Sekarang siswa juga dapat memiliki akses ke konten digital dalam bentuk video, animasi, simulasi, dan lain-lain.
Antara Interaksi dengan manusia baik dengan guru atau dengan teman sebaya dan interaksi dengan konten keduanya memiliki kekuatan dan keterbatasan dalam hal keterlibatan siswa. Kekuatan dan keterbatasan masing-masing interaksi dapat dikelola dan dimaksimalkan dalam komposisi yang tepat baik interaksi dengan manusia maupun dengan konten. Pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan karakteristik masing-masing Interaksi.

Kekuatan dan kelemahan interaksi dengan manusia dan dengan konten seringkali saling melengkapi. Ini berarti bahwa campuran komposisi pembelajaran yang dirancang dengan tepat dapat memanfaatkan kekuatan dari kedua jenis interaksi sekaligus menghindari kelemahannya untuk membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Kedua Interaksi ini dapat berjalan secara online maupun onsite. Mode online atau onsite dipilih sesuai dengan kualitasnya dalam mendukung kegiatan dan hasil pembelajaran.

KEKUATAN DAN KELEMAHAN

Beberapa kekuatan dan keterbatasan interaksi manusia versus konten dapat diringkas seperti berikut ini:
Interaksi dengan Manusia
Kekuatan:

  • Emosi. Manusia dapat berinteraksi secara emosional (cinta, empati, perhatian, dll.). Manusia bisa sangat efektif dalam menyampaikan atau menularkan kegembiraan atau motivasi mempelajari suatu topik.
  • Diagnostik Kompleks. Manusia dengan keahliannya sangat baik dan cepat dalam mendiagnosis masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran.
  • Loading...

    Kelemahan:

  • Kesabaran / Konsistensi. Manusia tidak pandai mengulangi apa yang dilakukan dan / atau umpan balik yang sama secara konstan. Mereka bisa bosan, kehilangan minat, dan / atau bahkan membuat kesalahan.
  • Akses / Ketersediaan. Sulit bagi seseorang untuk melakukan banyak tugas dengan cara yang sama-sama berkualitas memenuhi banyak kebutuhan siswa yang berbeda pada saat yang bersamaan. Para guru juga tidak mungkin siaga dalam dua puluh empat jam sehari.
  • Interaksi Konten

    Loading...

    Kekuatan:

  • Kesabaran / Konsistensi. Komputer dapat mengulangi instruksi atau umpan balik yang sama berulang kali persis sama tanpa kelelahan atau membuat kesalahan.
  • Akses / Ketersediaan. Interaksi konten dapat tersedia untuk siswa dalam dua puluh empat jam sehari, setiap kali siswa membutuhkan atau menginginkannya. Mesin dapat melakukan banyak tugas untuk melayani siswa secara bersamaan.
  • Kelemahan:

  • Emosi. Komputer dan / atau konten statis bukanlah agen yang memiliki emosi, sehingga sulit untuk terhubung dengan peserta didik pada tingkat emosional.
  • Diagnostik Kompleks. Komputer bisa lebih baik dalam hal diagnosa kompleks — terutama yang menyangkut populasi besar. Namun, masih memiliki kesulitan dalam menentukan waktu dan memberikan umpan balik pada tugas-tugas pembelajaran yang kompleks.
  • Tinggalkan Balasan