PRINSIP PERSIAPAN DALAM MEDIA PEMBELAJARAN

Prinsip Persiapan (Pre Training Principle) menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik dan mendalam dari pesan media pembelajaran ketika mereka tahu nama dan karakteristik dari konsep utama. Nama-nama dan karakteristik konsep-konsep kunci ini biasanya dikenalkan terlebih dahulu sebelum sesi materi utama disajikan.

Sebagai salah satu contoh penerapan prinsip persiapan dari multimedia pembelajaran seperti animasi yang dinarasikan menjelaskan bagaimana sistem pengereman mobil bekerja. Bagian persiapan dari multimedia pembelajaran adalah penyajian atau pelatihan tentang nama dan karakteristik bagian-bagian kunci, seperti animasi yang menceritakan tentang bagaimana sistem pengereman mobil bekerja didahului oleh bagian persiapan/pendahuluan yang menunjukkan lokasi piston di master silinder, rem tabung, silinder roda, dan sebagainya.

Contoh lainnya adalah ketika mengilustrasikan bagaimana menggunakan mikroskop di bawah ini:

Loading...

Maka bagian pre-training-nya adalah memberikan penjelasan bagian-bagian mikroskop agar mereka bisa memahami bagaimana menggunakannya.

Loading...

Alasan teoritis dari prinsisp persiapan ini adalah dalam melihat animasi narasi cepat yang menjelaskan langkah-langkah dalam suatu proses, siswa harus secara mental membangun model sebab akibat dari sistem itu (yaitu, model cara kerja sistem) serta model komponen untuk setiap bagian kunci dalam sistem (yaitu, model kunci yang menyatakan bahwa setiap bagian tersebut berada). Persiapan/pendahuluan dapat membantu mengelola dua tuntutan ini dalam pemrosesan esensial dengan mendistribusikan beberapa pemrosesan ke bagian persiapan/pendahuluan yang disajikan sebelum materi utama.

Prinsip persiapan ini mungkin tidak efektif pada beberapa kondisi misalnya:

  1. Prinsip persiapan tidak akan efektif untuk setiap materi terlebih bila hanya sekedar hafalan atau kurang terait dengan konsep kunci.
  2. Materi persiapan/pendahuluan yang sama sangat mungkin tidak sesuai untuk semua siswa. Kita perlu tahu apa yang sudah diketahui oleh siswa tentang materi utama agar prinsip persiapan/pendahuluan lebih efektif..
  3. Bila prinsip persiapan/pendahuluan juga tidak selalu sesuai dengan materi pembelajaran. Agar media pembelajaran lebih efektif kita bisa menerapkan prinsip-prinsip lain seperti prinsip segmentasi, dan prinsip modalitas.

Tinggalkan Balasan