Definisi Kualitas Jasa dan Bagaimana Mengukurnya

Kesenjangan (Gap) Dalam Kualitas Jasa

Mengukur kesenjangan (gap) dalam kualitas jasa merupakan suatu proses yang rutin yang dilakukan oleh perusahaan. Gap dalam kualitas jasa merupakan umpan balik bagi perusahaan dari konsumen mengenai harapan dan persepsinya.

  1. Gap yang pertama, terjadi karena ketidaksesuaian antara harapan konsumen dengan harapan manajemen. Gap yang pertama muncul akibat dari ketidaktahuan manajemen mengenai bagaimana konsumen menggambarkan harapannya pada iklan yang dikeluarkan oleh perusahaan, pengalaman masa lalu, kebutuhan pribadi, dan komunikasi dengan konsumen lain. Strategi untuk mengurangi gap ini adalah dengan memperbaiki komunikasi antara manajemen dengan para karyawan, dan mengurangi tingkatan manajemen yang menjauhkan manajemen dengan konsumen. Contohnya : pengelola catering mungkin mengira para pelanggannya lebih mengutamakan ketepatan waktu pengantaran makanannya, padahal para pelanggan tersebut mungkin lebih memperhatikan variasi menu yang disajikan.
  2. Gap yang kedua, terjadi karena ketidakmampuan manajemen untuk merumuskan tingkat kualitas jasa yang sesuai dengan harapan konsumen dan spesifikasi kualitas jasa. Gap ini terjadi karena kurangnya komitmen manajemen dalam kualitas jasa dan ketidakmungkinan mempertemukan harapan konsumen dengan kualitas jasa yang diterimanya. Contohnya : manajemen suatu bank meminta para stafnya agar memberikan pelayanan secara cepat tanpa menentukan standar atau ukuran waktu pelayanan yang dapat dikategorikan cepat. Untuk mengatasi gap tersebut adalah dengan merumuskan tujuan dan menstadarisasi kualitas jasa.
  3. Gap yang ketiga, terjadi karena ketidaksesuaian spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa. Gap yang ketiga ini terjadi karena alasan berikut : Ketidakmampuan tim kerja, Pemilihan karyawan yang tidak tepat, Pelatihan yang kurang memadai, dan Desain pekerjaan yang tidak tepat.
  4. Gap yang keempat terjadi karena ketidaksesuaian antara penyampaian jasa dengan komunikasi eksternal. Komunikasi eksternal tersebut bisa dalam bentuk janji yang berlebihan yang diberikan perusahaan dan kurangnya sarana penyediaan informasi. Contohnya : Brosur dalam suatu lembaga pendidikan menyatakan bahwa lembaganya merupakan yang terbaik, memiliki sarana kuliah, praktikum dan perpustakaan lengkap dan staf pengajarnya profesional. Akan tetapi saat pelanggan datang dan merasakan bahwa ternyata fasilitas praktikum dan perpustakaannya biasa-biasa saja (hanya memiliki beberapa ruang kuliah, jumlah komputer sedikit, judul dan eksemplar buku terbatas) sehingga komunikasi eksternal yang dilakukan lembaga pendidikan tersebut telah mendistorsi harapan konsumen dan menyebabkan terjadinya persepsi negatif terhadap kualitas jasa lembaga tersebut.
  5. Gap yang kelima adalah gap antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan. Gap ini terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja perusahaan dengan cara yang berlainan, atau bias juga keliru mempersepsikan kualitas jasa tersebut. Misalnya seorang dokter bisa saja terus mengunjungi pasiennya untuk menunjukkan perhatiannya, Akan tetapi pasien dapat menginterpretasikannya sebagai suatu indikasi bahwa ada yang tidak beres berkenaan dengan penyakit yang dideritanya.
Gambar Gap Dalam Kualitas Jasa
Gambar Gap Dalam Kualitas Jasa

Mengukur kualitas jasa merupakan hal yang sulit, karena kepuasan konsumen ditentukan oleh faktor-faktor yang tidak berwujud, tidak seperti sebuah produk dengan ciri-ciri fisik yang dapat diukur secara obyektif ( contohnya adalah mobil), sedangkan kualitas jasa mempunyai cirri-ciri psikologis ( contohnya adalah keadaan sebuah rumah makan).

Faktor-Faktor Yang Dapat Menyebabkan Munculnya Gap-Gap Kualitas Jasa

Gap 1

Orientasi riset pemasaran yang tidak seimbang

  • Riset pemasaran yang tidak mencukupi
  • Riset tidak difokuskan pada kualitas
  • Penggunaan riset pasar dengan tidak semestinya.

Kurang komunikasi ke atas

  • Kurangnya interaksi antara manajemen dengan konsumen
  • Komunikasi yang tidak mencukupi antar personel kontak dengan para manajer
  • Terlalu banyak tingkatan antara personel kontak dengan manajemen puncak

Fokus yang kurang mencukupi

  • Kurangnya upaya segmentasi pasar
  • Lebih berfokus kepada transaksi daripada kepada hubungan jangka panjang dengan konsumen

Gap 2

Ketiadaan standar yang berorientasi kepada konsumen

  • Kurangnya standar jasa yang berorientasi kepada konsumen
  • Ketiadaan proses manajemen yang difokuskan kepada keinginan konsumen
  • Ketiadaan proses formal dalam menetapkan goal kualitas jasa

Kepemimpinan yang tidak memadai

  • Persepsi tentang ketidakjelasan manajemen
  • Komitmen manajemen yang kurang memadai

Desain jasa yang tidak baik

  • Proses pengembangan jasa baru yang tidak sistematis
  • Desain jasa yang tidak jelas dan kabur
  • Gagal dalam menghubungkan desain jasa dengan posisi jasa

Gap 3

Penyimpangan dalam kebijakan tentang sumber daya manusia

  • Penarikan yang tidak efektif
  • Ketidakjelasan peran dan adanya konflik peran
  • Ketidaksesuaian antara spesifikasi pekerjaan karyawan dengan sistem evaluasi dan sistem kompensasi.
  • Kurangnya pemberdayaan, cara pengendalian yang disepakati, dan tim kerja

Kegagalan dalam menyesuaikan permintaan dan penawaran

  • Gagal dalam menyesuaikan fluktuasi permintaan
  • Bauran konsumen yang kurang mencukupi
  • Terlalu menggantungkan pada harga untuk menyesuaikan permintaan

Konsumen tidak memainkan peranannya

  • Konsumen tidak mengetahui peran dan tanggung jawabnya
  • Konsumen saling mempengaruhi konsumen lain secara negatif

Gap 4

Manajemen harapan konsumen yang tidak berhasil

  • Gagal dalam mengelola harapan konsumen melalui semua bentuk komunikasi
  • Gagal dalam mendidik konsumen secara memadai

Janji yang berlebihan

  • Janji berlebihan melalui periklanan
  • Janji berlebihan melalui penjualan personal
  • Janji berlebihan melalui tanda-tanda fisik

Komunikasi horizontal yang tidak memadai

  • Komunikasi yang tidak mencukupi antara bagian penjualan dengan bagian operasi
  • Komunikasi yang tidak mencukupi antara bagian periklanan dengan bagian operasi
  • Perbedaan kebijakan dan prosedur di masing-masing cabang atau unit.

Nah, demikianlah uraian singkat kami tentang definisi kualitas jasa, gap kualitas, dan bagaimana cara mengukurnya. Selanjutnya akan kita bahas tentang masing-masing cara pengukuran kualitas jasa.

Sampai jumpa lagi. Salam belajar menyenangkan (maglearning.id).