Ekonom lain, Arthur C. Pigou (1877-1959), mengembangkan analisis eksternalitas, di mana pasar gagal mengalokasikan sumber daya secara efisien karena tindakan satu orang atau perusahaan membuat biaya atau manfaat yang tidak sesuai dengan harga pasar. John Maynard Keynes (1883-1946) menyatakan bahwa kapitalisme laissez-faire secara inheren rentan terhadap resesi dan pengangguran. Untuk mengatasi masalah ini, ia mengusulkan kebijakan pemerintah yang aktif untuk mengontrol tingkat dari total belanja dalam perekonomian.
Ekonomi Politik Modern
Babak baru sejarah ekonomi politik kemudian berujung pada pandangan ekonomi politik modern. Beberapa pandangan dalam bidang ekonomi politik setidaknya terdapat empat perspektif yang menonjol yakni Liberalisme Klasik, Radikalisme, Konservatisme, dan Liberalisme Modern. Semua pandangan itu saling bersaing dan bertahan pada sudut pandang yang berbeda secara dramatis yang membuktikan unsur ideologis tereduksi dalam ekonomi politik.
Dalam Majelis Nasional Perancis tahun 1789 terjadi sengketa hierarki dan kesetaraan, baik sayap kanan dan kiri, kemudian memicu perpecahan internal atas pertanyaan lain, yaitu: haruskah kepentingan pribadi individu lebih diutamakan daripada kepentingan kolektif masyarakat?
Individualis membela prioritas kepentingan individu, sementara komunitarian menempatkan prioritas tinggi pada kepentingan publik. Perdebatan antara individualis dan komunitarian terjadi pada kedua sisi kanan dan kiri dari spektrum politik, yang mengakibatkan empat perspektif utama dalam ekonomi politik. Perbedaan antara perspektif ini diilustrasikan dalam Gambar berikut ini.

Di kuadran kanan atas, perspektif Liberal Klasik dikaitkan dengan kedua hierarki dan individualisme. Meskipun bentuk awal pemikiran liberal yang sangat kental, pada awal abad ke-19, banyak kaum liberal menyimpulkan bahwa mengejar kebebasan individu menghasilkan hierarki, dan hierarki sangat penting untuk kemakmuran ekonomi.
Di kuadran kanan bawah, perspektif Konservatif membela hierarki dan masyarakat. Konservatif tidak hanya menekankan pentingnya sebuah komunitas yang harmonis, tetapi mereka juga melihat hierarki sebagai penting untuk memberikan kepemimpinan oleh orang-orang dengan kemampuan superior.
Kuadran kiri bawah menggambarkan perspektif Radikal, menggabungkan komitmen untuk kesetaraan dan masyarakat. Radikal menegakkan egalitarian asli yang terkait dengan liberalisme awal tetapi melihat tujuan ini sebagai dicapai hanya ketika seluruh masyarakat diberdayakan untuk bersama membangun institusi dan mengalokasikan sumber daya.
Kuadran kiri atas menggambarkan komitmen simultan perspektif Liberal Modern untuk kesetaraan dan individualisme. Seperti Liberal Klasik, Liberal modern melihat otonomi individu sebagai hal yang penting untuk menjamin martabat manusia dan berkembangnya ekonomi. Namun, mereka juga membela kesetaraan substansial yang diperlukan bagi semua orang untuk mengembangkan kapasitas mereka sepenuhnya.
Nah, demikianlah sejarah singkat perkembangan ekonomi politik. Semoga bermanfaat sampai ketemu lagi di bahasan lainnya. Mari belajar ekonomi dengan menyenangkan. Salam sehat selalu (maglearning.id).