Pengertian Organisasi Sosial dan Jenisnya

Pengertian Organisasi Sosial dan Jenisnya

Pengertian Organisasi Sosial dan Jenisnya – Dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah sosial. Masalah sosial antara satu manusia dengan manusia lainnya berbeda. Hal ini terjadi akibat tingkat perkembangan kebudayaan, masyarakat, dan lingkungan alam. Masalah sosial berbeda dari masalah lainnya karena selalu berkaitan erat dengan nilai norma serta hubungan manusia.

Menurut Mukarom (2015), pengertian organisasi sosial dikelompokkan menjadi dua ilmu:

Pendekatan Antropologi Sosial.

Menurut W.H.R. Rivers, organisasi sosial adalah proses yang menyebabkan individu disosialisasikan dalam kelompok. Ruang lingkup organisasi sosial antara lain mencakup struktur dan fungsi dari suatu kelompok sosial. Sedangkan Raymond Firth mengatakan bahwa organisasi sosial adalah proses sosial dan pengaturan aksi berturut-turut dalam upaya penyesuaian diri dengan tujuan yang dipilih. Organisasi sosial adalah penyusunan hubungan atau interaksi sosial yang dilakukan dengan jalan pemilihan dan penetapan.

Berdasarkan pengertian ini, berikut garis besar studi tentang organisasi sosial dalam antropologi sosial:

  1. Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan metode biografi, yaitu penyelidikan yang meneliti kejadian khusus yang berhubungan dengan krisis kehidupan (rites of passage). Dalam pendekatan ini, umur memiliki arti jangkauan waktu hidup manusia yang mengikuti siklus biologi tertentu dan merupakan landasan penyusunan organisasi sosial.
  2. Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan pendekatan yang berfokus pada hubungan antarindividu dan memakai metode genealogis. Di sini, hubungan khusus antarindividu karena kekerabatan dapat dikembangkan untuk studi tentang pola-pola sosial yang lebih besar. Dalam studi mengenai organisasi sosial seperti ini, konsep yang diteliti biasanya adalah soal perkawinan, keluarga, dan sistem kekerabatan.
  3. Penyelidikan organisasi sosial dengan menggunakan pendekatan yang berfokus pada lembaga-lembaga. Sejauh mana lapisan-lapisan sosial, seperti kelas, kasta, tingkatan, serta bagaimana kepemimpinan yang ada dalam suatu masyarakat?

Pendekatan Sosiologi.

Menurut Alvin L. Bertrand, pengertian organisasi sosial dalam arti luas adalah tingkah laku manusia yang berpola kompleks serta luas ruang lingkupnya dalam setiap masyarakat. Sedangkan dalam arti khusus, organisasi sosial berarti tingkah laku dari para pelaku sub-subunit masyarakat, misalnya keluarga, bisnis dan sekolah.

Soekanto (1997) mengemukakan bahwa organisasi sosial adalah kesatuan hidup atas dasar kepentingan yang sama dengan organisasi yang tetap sebagai sebuah asosiasi.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi sosial dilihat dari pendekatan sosiologi posisinya adalah sebagai sebuah asosiasi, yaitu sekelompok manusia yang mempunyai tujuan, kepentingan, kegemaran, dan minat yang sama, kemudian membentuk organisasi yang tetap.

Semua manusia pada dasarnya merupakan bagian dari suatu kelompok sosial, yaitu keluarga. Walaupun anggota keluarga selalu menyebar, di waktu-waktu tertentu, semua pasti juga akan berkumpul kembali. Manusia memiliki naluri untuk terus berhubungan dengan manusia lain. Dari situ, muncullah pola pergaulan atau pola interaksi sosial. Pergaulan menghasilkan pandangan-pandangan mengenai hal-hal yang baik dan buruk. Hal-hal tersebut akan menjadi pandangan bagi mereka dan kemudian sangat berpengaruh terhadap pola pikir mereka. Pola pikir ini selanjutnya akan berpengaruh terhadap sikap masing-masing individu. Sikap tersebut merupakan kecenderungan untuk berbuat atau tidak berbuat terhadap manusia, benda, dan keadaan (Mukarom, 2015).

 

Unsur-Unsur Organisasi Sosial

Menurut Mukarom (2015), organisasi sosial sebagai asosiasi mempunyai berbagai unsur:

  1. Sekelompok orang yang mempunyai tujuan, kepentingan, kegemaran, atau minat-minat tertentu.
  2. Norma atau aturan-aturan tertentu yang mengikat hubungan antarindividu.
  3. Kesadaran individu sebagai anggota organisasi sosial.
  4. Bentuk organisasi formal maupun informal.

 

Jenis-Jenis Organisasi Sosial

Menurut Soekanto (1997), pengertian organisasi sosial sebagai suatu asosiasi mempunyai dua arti, yaitu arti sempit dan arti luas.

Dalam arti sempit, organisasi sosial memiliki ciri-ciri:

  1. Adanya kepentingan terbatas.
  2. Organisasi sosial tertentu.
  3. Jumlah keanggotaan sangat terbatas.
  4. Pentingnya hubungan yang tidak bersifat pribadi.
  5. Jenis kepentingan yang dikejar terbatas.

Contohnya: Keluarga, kelompok permainan, dan sebagainya.

Sedangkan dalam arti luas, masih menurut Mukarom (2015), organisasi sosial memiliki ciri-ciri:

  1. Adanya anggota yang relatif terbatas.
  2. Organisasi sosial yang formal.
  3. Pentingnya hubungan sosial yang tidak bersifat pribadi.
  4. Jenis kepentingan yang dikejar lebih luas.

Contohnya: Negara, persekutuan agama, perkumpulan ekonomi, persatuan buruh, organisasi massa, dan sebagainya.

 

Tipe-Tipe Organisasi Sosial

Tipe-tipe organisasi atau kelompok sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria atau ukuran. Seorang sosiolog Jerman, Georg Simmel, mengambil ukuran-ukuran, yaitu besar kecilnya jumlah anggota kelompok, cara individu memengaruhi kelompoknya, serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut (Mukarom, 2015). Analisis mengenai kelompok sosial dimulai dari bentuk terkecil yang terdiri dari satu orang sebagai fokus hubungan sosial, yang kemudian dikembangkan ke kelompok yang terdiri dari dua sampai tiga orang, dan kemudian dikembangkan lagi ke kelompok yang lebih besar.

Kepentingan kelompok merupakan ukuran lain untuk klasifikasi tipe-tipe organisasi sosial. Misalnya, kerumunan. Kerumunan merupakan kelompok yang hidupnya sebentar saja karena kepentingannya pun tidak berlangsung lama. Berbeda halnya dengan kelas atau komunitas, yang kepentingannya relatif bersifat tetap atau permanen.

Salah satu dasar untuk klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial adalah ukuran jumlah atau derajat interaksi sosial atau kepentingan kelompok dan organisasi.

Membicarakan kelompok sosial terlebih dahulu haruslah menghindari prasangka bahwa kelompok sosial merupakan lawan dari individu yang hanya dapat dimengerti apabila dipelajari dalam hubungan antara yang satu dengan yang lain sebagai pasangan.

  1. Kelompok sosial merupakan bentuk kehidupan yang riil. Perilaku kelompok sosial harus dilihat dari sudut pandang pelaku individu. Berikut faktor-faktor yang membedakan kelompok-kelompok sosial:
  2. Kesadaran akan jenis yang sama.
  3. Adanya hubungan sosial.
  4. Orientasi pada tujuan yang sudah ditentukan.

Menurut Mukarom (2015), pembahasan tipe-tipe kelompok sosial dapat dikategorikan dalam struktur sosial, seperti:

  1. Kelompok sosial dipandang dari sudut individu.
  2. In-group dan out-group.
  3. Kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
  4. Paguyuban dan patembayan.
  5. Formal group dan informal group.
  6. Membership group dan reference group.
  7. Kelompok occupational dan volunteer.

 

Pengertian Organisasi Sosial Masyarakat

Organisasi sosial masyarakat adalah struktur organisasi dan faktor tertentu yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok itu sehingga hubungan antara mereka semakin erat. Faktor-faktor tersebut antara lain nasib, kepentingan, ideologi, dan politik yang sama. Kesamaan ini merupakan ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu (Mukarom, 2015).

  1. Kodrat Alamiah Manusia.

Manusia harus selalu berhubungan erat dengan manusia lain dalam kondisi emosional dan psikis. Hal ini dipengaruhi pula oleh relasi sosial. Dengan kata lain, seseorang bisa menjadi susah atau gembira disebabkan oleh pengaruh sikap, penilaian, dan anggapan yang diterimanya dari orang lain.

Kodrat alamiah manusia sebagai makhluk sosial-psikis memunculkan bentuk-bentuk organisasi dan relasi antarmanusia. Menurut Mukarom (2015), terdapat dua landasan:

  • Organisasi simbiotik, semata-mata berdasarkan tingkah laku fisik yang bersifat otomatis.
  • Organisasi sosial, terdiri dari komunikasi dengan menggunakan sistem lambang. Kontrak dengan sistem lambang menimbulkan interaksi sosial yang berlaku pada dataran pancaindra, emosi, dan intelektual.
  1. Aspek-Aspek Organisasi Sosial.

Menurut Mukarom (2015), organisasi sosial pasti memiliki suatu tujuan. Organisasi sosial sendiri mempunyai aspek fungsi dan struktur:

  1. Aspek fungsi: Organisasi sosial memperhatikan manifestasinya dalam aktivitas kolektif manusia untuk mencapai tujuannya, yaitu memelihara, mendidik, dan melakukan peperangan.
  2. Dari aktivitas kolektif, muncullah kelompok-kelompok yang menjalankan aktivitas, seperti keluarga, negara, dan organisasi sosial lainnya.

Secara keseluruhan, dilihat dari sudut implikasi strukturalnya, organisasi sosial mencakup struktur dari kelompok sosial, pola umum baru kebudayaan manusia pada setiap waktu dan tempat, dan seluruh framework dari pranata-pranata sosial.

  1. Organisasi Sosial Sebagai Produksi dari Kodrat Manusia.

Pada dasarnya, organisasi sosial merupakan produksi dari kodrat manusia. Selanjutnya, menurut Mukarom (2015), jika kita mempelajari kehidupan sosial manusia maka ada beberapa kenyataan yang tampak:

  • Manusia individu maupun kelompok berusaha keras mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mendapatkan jaminan keamanan.
  • Untuk mendapatkan kondisi yang esensial bagi kelangsungan hidup dan keamanan, diperlukan ketertiban sosial dalam derajat yang tinggi.
  • Untuk mencapai derajat ketertiban sosial yang tinggi maka diperlukan pengaturan sosial kultur serta mekanisme yang dapat digunakan bagi pelaksanaan pengaturan itu.
  1. Pelembagaan Organisasi Sosial.

Menurut Mukarom (2015), dalam kapasitasnya, organisasi sosial mencakup lembaga-lembaga yang menetapkan posisi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Kategori ini terbagi ke dalam dua kelas lembaga, yaitu lembaga yang muncul dari kekerabatan dan lembaga yang berkembang dari asosiasi bebas di antara individu-individu:

  1. Struktur kekerabatan mencakup keluarga dan pengembangannya sampai kelompok-kelompok.
  2. Asosiasi bebas tidak dibangun atas dasar kekerabatan seksual dan umur serta dalam arti yang luas.

Selain itu, struktur organisasi juga mencakup relasi sosial yang mempunyai karakter politik tertentu berdasarkan daerah tempat tinggal dan status.

 

Media Pembelajaran Interaktif Public Relations

Anda bisa belajar dengan mudah secara offline menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis Android yang telah kami sediakan di Android Play Store. Silakan unduh aplikasinya di SINI.

Sekian dulu pembahasan kami tentang Pengertian Organisasi Sosial dan Jenisnya Semoga bermanfaat. (maglearning.id)

Loading...

2 comments

Tinggalkan Balasan