MAKALAH REVIEW ARTIKEL JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI

MAKALAH REVIEW ARTIKEL JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI

Loading...

Makalah review artikel jurnal pendidikan ekonomi ini akan dikaji sebanyak 5 artikel jurnal internasional. Berikut adalah daftarnya:

1.

Judul               : A Hybrid Approach to Teaching Managerial Economics

Penulis             : Matthew Metzgar

2.

Judul               : Evaluation of Instructional Technologies in Cyberspace Economics Teaching: Does Hyperlink Really Matter?

Penulis             : Chien-Ping Chen & Yuh-Jia Chen

3.

Judul               : A Simple Economic Teaching Experiment on the Hold-Up Problem

Penulis             : Dieter Balkenborg, Todd Kaplan, dan Timothy Miller

4.

Judul               : Tableau´ Economique: Teaching Economics with a Tablet Computer

Penulis             : Robert H. Scott III

5.

Judul               : Innovative Teaching: An Empirical Study of Computer-Aided Instruction in Quantitative Business Courses

Penulis             : Füsun F. Gönül dan Roger A. Solano

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, hidayah dan petunjuk–Nya, sehingga penulis dapat menyusun makalah kajian hasil penelitian pendidikan ekonomi. Penulis menyadari bahwa kajian ini masih banyak kesalahan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu segala kritik, saran serta bimbingan demi perbaikan kajian ini sangat kami harapkan.

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Makalah Review Jurnal

Pembelajaran Hybrid (Hybrid Learning), sering juga disebut dengan Blended Learning, merupakan suatu metode pembelajaran yang mengombinasikan metode pembelajaran tatap muka (konvensional) dengan online learning. Metode pembelajaran bisa berupa tatap muka sehari – hari, kemudian ada beberapa komponen pembelajaran e – learning yang disisipkan, maupun sebaliknya, kebanyakan pembelajaran e- learning, lalu disisipkan metode tatap muka untuk review atau assessmen.

Metode pembelajaran ini bisa jadi menjadi suatu solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan pebelajar, di mana metode pembelajaran tatap muka dirasa sulit karena adanya kendala waktu maupun tempat, adanya pengurangan biaya operasional, peserta dapat menentukan sendiri kecepatan mereka dalam belajar, tidak terikat waktu namun tetap harus memiliki komitmen. Pembelajaran ini juga bisa digunakan sebagai pelengkap (supplemental) maupun pengganti (replacement) beberapa bagian dari pembelajaran konvensional.

Mengapa harus hybrid learning?, jawaban dari pertanyaan ini mungkin sebagian besar orang akan berpikir bahwa pendekatan ini dilakukan untuk mengambil kelebihan dari pendekatan konvensional dan kelebihan dari pembelajaran hybrid sekaligus untuk memaksimalkan proses pembelajaran. Hal ini bisa jadi benar, sebab ternyata melalu pembelajaran e-learning pun tidak menjamin materi pembelajaran semakin banyak digunakan oleh pembelajar. Sering kali materi sudah banyak dan tersedia dengan lengkap. Orang juga bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Bisa di rumah, hotel, maupun di jalan asal terkoneksi lewat jaringan nirkabel. Namun tetap saja tingkat penggunaan materi-materi e-learning tersebut tergolong rendah. Ternyata kendala terbesar e-learning adalah interaktivitas langsung antara pembelajar dengan instrukturnya. Bagaimanapun belajar merupakan proses dua arah. Peserta memerlukan feedback dari pengajar dan sebaliknya sang pengajar juga memerlukan feedback dari pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran.

Twigg (2003), yang diklasifikasikan jenis pembelajaran hybrid menjadi empat jenis model pembelajaran yaitu: pengganti (replacement), suplemen (supplemental), emporium (emporium), dan prasmanan (buffet). Klasifikasi ini terkait dengan komponen dari pembelajaran tatap muka dan pembelajaran e-learning.

Dalam model replacement, kuliah tatap muka diganti dengan bahan online baik secara keseluruhan maupun beberapa baagian dari perkuliahan, dengan demikian waktu pertemuan di kelas akan berkurang. Aplikasi yang paling sering dilakukan adalah dengan meminta siswa untuk menonton video online sebelum datang ke kelas dan /atau untuk menyelesaikan beberapa jenis tugas.

Model supplemental dilaksanakan dengan melakukan pembelajaran tatap muka di kelas dalam kuantitas yang sama (jumlah pertemuan maupun durasi tiap pertemuan), tetapi pembelajar juga didorong untuk mengakses bahan pembelajaran berbasis teknologi di luar kelas sebagai sumber belajar tambahan. Suplemen ini dapat secara khusus dirancang atau juga bisa berupa produk yang sudah tersedia baik secara komersial maupun nonkomersial untuk disiplin ilmu tertentu. Bisa juga instruktur menambahkan bahan pembelajaran berbasis teknologi web pada materi yang telah dibahas di ruang kelas sebagai tambahan.

Dalam model emporium, siswa hanya belajar secara online melalui “pusat sumber belajar”. Tidak ada pertemuan tatap muka langsung, tetapi melalui kelas pusat sumber belajar yang dikelola oleh instruktur dan yang menyediakan bantuan on-demand. Pusat belajar ini memiliki jam aktif yang sangat panjang bahkan biasanya buka selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Sumber daya online yang tersedia biasanya berupa video, tutorial, bacaan, dan latihan.

Model pembelajaran prasmanan (buffet) dilakukan dengan menyediakan siswa menu-menu kegiatan pembelajaran tatap muka maupun format online. Siswa dapat memilih kombinasi bahan yang sesuai tujuan dan gaya mereka sendiri.

BAB II PEMBAHASAN ARTIKEL

 

MAKALAH REVIEW JURNAL: ARTIKEL 1

Identitas Artikel

Judul       : A Hybrid Approach to Teaching Managerial Economics

Penulis     : Matthew Metzgar, PhD.

Artikel ini ditulis oleh Matthew Metzgar, ia adalah staf pengajar dengan jabatan Asisten Profesor Ekonomi (Clinical Assistant Professor of Economics) di Belk College of Business yang mengajar kelas ekonomi di program sarjana. Sebelumnya ia juga mengajar kelas sarjana dan pascasarjana di Ohio dan New York. Dia juga pernah bekerja di sektor swasta selama beberapa tahun. Minat penelitiannya meliputi bidang ekonomi obesitas dan analisis diet sehat.

Daftar Publikasi Jurnal :

  • Metzgar M. 2012. “Sustainability of natural movement activity.” Sustainability: Science, Practice, & Policy 8(2): 54-60.
  • Metzgar M. 2012. “Externalities from Grain Consumption: A Survey.” International Journal of Food Sciences and Nutrition. 63(4): 453-60.
  • Metzgar M. 2011. “Evolutionary Theory and Student Motivation.” Psychology and Education: An Interdisciplinary Journal. 48(3-4): 22-28.
  • Metzgar M, Rideout TC, Fontes-Villalba M, Kuipers RS. 2011. “Feasibility of a Paleolithic Diet for Low-Income Consumers.” Nutrition Research. 31(6): 444-51.

Riwayat Pendidikan :

  • Ph.D., University of Tennessee
  • MBA, Wheeling Jesuit University
  • BS, West Virginia University

Jurnal      : e-Journal of Business Education & Scholarship of Teaching

Artikel ini diterbitkan di e-Journal of Business Education & Scholarship of Teaching pada edisi Vol. 8, Iss. 2, 2014 yang bisa diakses melalui laman web dengan alamat url http://www.ejbest.org/a.php?/content/issue/15. Jurnal ini sudah terindeks di :

  • •PANDORA Archive (Australia)
    •EBSCO Host
    •ProQuest
    •Gale Publishing
    •HW Wilson Index & Abstracts
    •Cabell’s Directories
    •DOAJ

    ERA Ranking: C
    ERA ID#: 35696
    FoR(1): 1301
    FoR(2): 1302
    FoR(3): 1399
    ABDC Ranking: C
    Google Scholar Impact Factor
    h-index = 8

Isi Artikel

Secara singkat isi dari artikel ini adalah sebagai berikut :

Masalah PenelitianPendekatan hybrid pada pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu juga dapat mengurangi waktu instruktur untuk memberikan ceramah di kelas. Dengan demikian, pendekatan ini dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Tujuan PenelitianUntuk mengetahui apakah pendekatan pengajaran hybrid bisa meningkatkan belajar siswa di kelas Ekonomi Manajerial
Metode PenelitianMembandingkan hasil belajar siswa pada penggunaan pendekatan tradisional dengan pendekatan hybrid
Obyek Penelitian80 siswa junior mata kuliah ekonomi manajerial di sebuah universitas negeri di selatan Amerika Serikat
Waktu dan Tempat PenelitianPenelitian dilakukan pada tahun 2014 di Amerika Serikat
Metode Analisis DataMembandingkan metode pembelajaran hybrid dan tradisional dengan menggunakan pertanyaan pilihan berganda pada akhir sesi serta pertanyaan respons penilaian pada penerapan pendekatan hybrid
Hasil AnalisisPada pembelajaran hybrid hasil pembelajaran siswa lebih rendah dibanding dengan pembelajaran tradisional
SimpulanHasil pembelajaran hybrid lebih rendah namun siswa lebih senang

Komentar Artikel

Bila dilihat sekilas penelitian ini terkesan kurang mendalam dalam melakukan analisis. Misalnya, metode pembandingan hasil belajar yang digunakan tidak sepenuhnya menggunakan kriteria statistik, kelas yang dibandingkan juga diragukan kesetaraannya karena menggunakan kelas mahasiswa dalam waktu yang berbeda.

Melihat hasil uji perbandingan asesmen yang menunjukkan hasil yang lebih rendah pada pembelajaran hybrid dibandingkan dengan pembelajaran tradisional dengan alasan materi yang kompleks, namun tidak disebutkan materi seperti apa dan mengapa tidak diantisipasi sebelumnya menunjukkan kekurangsiapan peneliti dalam melakukan penelitian. Seharusnya pembelajaran hybrid dilaksanakan untuk mengantisipasi kelemahan dari pembelajaran konvensional, tidak sekedar membandingkan secara tanpa perencanaan dan pemetaan secara jelas.

Pemahaman tentang peneliti tentang pembelajaran hybrid juga masih layak dipertanyakan bila melihat kajian literatur yang disajikan karena tidak membahas model pembelajaran hybrid yang dipakai dalam penelitian. Melihat serangkaian kelemahan artikel di atas maka generalisasi temuan yang disampaikan masih perlu dikaji lebih dalam dan belum bisa digunakan sebagai rujukan yang kuat.

Halaman Selanjutnya….. ( Makalah Review Jurnal )

Loading...
Pages ( 1 of 3 ): 1 23Lanjut ยป

One comment

Tinggalkan Balasan