Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi

Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi

Loading...

Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi – Secara etimologis etika berarti kebiasaan yang berhubungan dengan moralitas, dengan beretika diharapkan setiap individu dapat membedakan perilaku yang baik dan tidak baik dalam kehidupan di masyarakat. Namun tersebut masih harus dilengkapi bahwa etika merupakan sikap kritis bagi tiap pribadi/individu maupun kelompok dalam merealisasikan moralitas.

Dengan memiliki etika, seseorang diharapkan mampu menilai diri, mengenal diri mereka secara kritis agar bertindak sesuai moralitas dan berlandaskan pengetahuan, tanggung jawab dan hati nurani.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika yaitu kurangnya pedoman, rasa tidak puas, perilaku atau kebiasaan buruk yang tidak terkoreksi, dan juga faktor lingkungan yang kurang etis. Apabila dalam masyarakat seseorang melanggar etika, maka kualitas diri seseorang dapat menurun dan menyebabkan berkurangnya sisi profesionalitas pada diri suatu individu dalam dunia profesi maupun sosialisasi.

Apa Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi ?

Pentingnya etika dapat dilihat jika seseorang berkomunikasi, kita tentu lebih menghargai orang yang berbicara dengan sopan ketimbang orang yang berbicara dengan kasar atau tidak sopan. Seorang komunikan akan ragu untuk terbuka dengan orang yang memiliki kredibilitas yang rendah.

Penyampaian pesan yang tidak valid juga akan menyulitkan seorang komunikan dalam menangkap pesan. Maka dari itu kita perlu mengetahui etika apa saja yang perlu kita penuhi sebelum berkomunikasi.

Bagi seorang sekretaris profesional, menjalankan tugas dan tanggung jawabnya yang sesuai etika senantiasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan jabatan yang dipangkunya.

Pada umumnya semua orang tahu bahwa komunikasi merupakan suatu proses yang mendasari terjalinnya ikatan antar manusia baik dalam masyarakat primitif maupun masyarakat yang sudah maju nilai-nilai hidup yang berlaku umum di masyarakat memang harus diperhatikan betul, karena nilai-nilai tersebut merupakan wujud dari citra diri agar mampu diterima dalam masyarakat.

Dengan demikian orang yang memiliki etika dalam berkomunikasi akan menyimpan segudang pemikat tersendiri bagi lawan bicaranya untuk membuka komunikasi dan menjalin relasi.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Berkomunikasi

Ada beberapa hal pokok yang mana kita selaku komunikator perlu lakukan dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan, antara lain :

a. Fokus pada lawan bicara

Fokus dalam berkomunikasi merupakan kunci agar informasi yang disampaikan komunikator kepada kita berjalan lebih efektif, orang yang cenderung tidak memperhatikan lawan bicaranya biasanya kehilangan beberapa potong informasi kesenjangan antara kedua belah pihak.

Biasanya pihak yang menyampaikan informasi (komunikator) secara perasaan akan tersinggung dengan kita dan secara otomatis kesalahan fatal informasi (informasi yang salah) yang masuk dapat berdampak langsung dengan pengaplikasian kita.

b. Fokus pada masalah

Dalam beberapa kasus komunikasi beberapa individu melupakan pokok permasalahan yang ingin dibicarakan hal ini terjadi karena informasi yang seharusnya disampaikan terlalu melenceng dari yang dibicarakan (basa-basi). Perlu adanya penyusunan konsep sebelum berbicara dengan orang lain.

Komunikasi ini biasanya disebut dengan komunikasi yang tidak efisien karena informasi yang dimiliki tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan komunikator. Maka dari itu perlu adanya fokus masalah, yaitu tidak mencampuradukkan masalah lain yang tidak memiliki kaitan dengan informasi tersebut.

c. Jangan menimpali pembicaraan

Komunikan yang baik adalah komunikan yang mau mendengarkan dengan bijaksana perkataan dari komunikator, menghargai apa yang dikatakannya dan tidak menimpali atau menyela perkataannya sebelum selesai.

d. Saling menghargai

Biasanya dalam proses ini dua individu (komunikan dan komunikator) perlu saling memahami satu sama lain. Dalam model komunikasi dipaparkan dalam konsep field experience yaitu konsep kesamaan, dimana tingkat efektifitas komunikasi akan terjalin lebih tinggi jika dua individu memiliki kesamaan yang besar.

Namun meski demikian jika kita dan orang lain tidak memiliki faktor kesamaan, kita harus tetap menjaga etika dengan menghargai tiap ucapan orang tersebut dengan menyimak dan mendengarkan apa yang dikatakannya, dengan demikian rasa penghargaan akan timbul pula pada orang yang kita hargai tersebut.

e. Selingi Dengan Humor

Ada kalanya dalam berkomunikasi kita merasa bosan dengan informasi yang disampaikan tentu ini bukan kesalahan pendengar namun dalam proses penyampaian informasi tersebut kurang bumbu yang menarik pendengar. Dalam hal ini kita perlu menyelinginya dengan candaan atau gurauan agar para pendengar atau komunikan tidak merasa bosan dengan apa yang kita sampaikan.

Hal-Hal Yang Perlu Dihindari Dalam Berkomunikasi

Dalam berkomunikasi dengan orang lain ada etika tersendiri yang harus kita pegang. Pentingnya etika dalam berkomunikasi wajib kita pahami.

Kita selaku individu perlu menjaga perasaan lawan bicara kita agar mereka tidak tersinggung ataupun salah paham dengan maksud dan tujuan kita. Adapun poin-poin berikut ditujukan kepada lawan bicara yang biasanya baru kita temui, baru kita kenal, maupun yang kurang akrab dengan orang tersebut adalah diantaranya:

  1. Penggunaan kalimat informal (tidak baku). Dalam proses transaksi informasi seorang individu termasuk kepada orang yang tidak dikenal atau belum memiliki kedekatan sama sekali, kita perlu menggunakan kalimat baku atau formal agar orang lain merasa dihargai.
  2. Berbicara sambil melakukan hal lain. Etika sopan santun sangat berlaku pada poin ini, orang tentu akan merasa tersinggung saat jika kita dengan sibuk makan dan dalam saat bersamaan berbicara dengan lawan bicara kita.
  3. Terlalu banyak basa-basi. Dalam beberapa kasus, ada beberapa orang yang cenderung lebih menyukai penyampaian langsung (to the point) sebuah informasi, meski sebagian juga menyukai basa-basi, namun dalam komunikasi formal kita tidak memerlukan basa-basi kita hanya perlu memaparkan garis besarnya.
  4. Berbicara dengan nada kasar. Orang tentu tidak akan suka jika dibentak dan dimaki.
  5. Nada memerintah. Dalam hal ini orang cenderung tidak sadar menggunakan kalimat-kalimat memerintah yang seharusnya kita hindari karena bisa menyinggung lawan bicara sebagai contoh “bapak harus lebih kompeten dalam mengajar” kalimat tersebut jelas berisi kalimat perintah.
  6. Tidak boleh menghakimi. Dalam komunikasi kita tidak boleh mengajukan kalimat yang menghakimi seperti “bapak pasti belum tahu.!” atau “tentu bapak telah melakukan kesalahan..” dan sebagainya.
  7. Tidak mengatur intonasi.  Perlu adanya kontrol dengan nada suara kita, tidak boleh terlalu tinggi (akan terkesan membentak atau emosi) dan tidak boleh terlalu rendah (terkesan berbisik). Perlu nada yang sesuai dan nyaman didengar.

Buku Elektronik Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi

Bila ingin membaca lebih lanjut tentang Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi, silakan baca buku elektronik berikut ini

Demikianlah bahasan ringkas kami mengenai Pentingnya Etika Dalam Berkomunikasi. Semoga tulisan ini bermanfaat. Sampai jumpa lagi dalam bahasan berikutnya (maglearning.id).

Loading...

Tinggalkan Balasan