Ketersambungan Sanad Hadis Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat

Ketersambungan Sanad Hadis Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat

Loading...

Ketersambungan Sanad Hadis Syafaat Rasulullah di Hari Kiamat – Setelah kita membahas seputar hadis, dan juga sanad hadis, lengkap dengan kualitas perawi hadis syafaat Rasulullah di hari kiamat. Maka, kali ini kita akan melanjutkan isi makalah ya. Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Masalah ketersambungan sanad hadis syafaat Rasulullah

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari dari Ismā’il dengan kata haddatsana, dengan begitu dianggap bersambung, Ismā’il menerima hadis dari Malik dengan kata haddatsana demikian dianggap bersambung, Malik menerima hadis dari Abi Zinad dengan kata ‘an dengan demikian dianggap terputus, atau masih diragukan, Abi Zinad menerima hadis dari A’raj dengan kata ‘an, dengan demikian masih diragukan, A’raj menerima hadis dari Abu Hurairah dengan kata ‘an, dengan demikian juga masih dianggap meragukan.

Sebagaimana diketahui, bahwa penerimaan hadis dengan kata ‘an merupakan keterputusan sanad, atau terputus dan juga dianggap masih meragukan, akan tetapi ‘an ini bisa jadi juga bersambung apabila mereka dinyatakan pernah bertemu, sama kota tempat tinggalnya, sezaman atau semasa, ada hubungan guru muridnya, dan akan kita lihat diantara mereka, yaitu : A’raj dan Abi Zinad

      1. Abi zinad, di dalam Tahdzibul Kamal milik al Mizzi, dinyatakan bahwa Abi Zinad    pernah meriwayatkan hadis dari banyak perawi, dan salah satunya ialah A’raj, maka hal ini dapat dikatakan bersambung, karena terdapat hubungan guru murid di sini.

2. A’raj, dia adalah orang yang terpercaya, dan dia meriwayatkan hadis dari abu Hurairah, hal ini dijelaskan dan disebutkan didalam Tahdzhibul Kamal milik al Mizzi, dengan demikian sama halnya dengan kasus Abi Zinad dengan A’raj, bahwa Antara Abu Hurairah dan A’raj juga memiliki hubungan antara guru dan murid, hal ini dinyatakan bersambung.

Hadis penyokong

Hadis ini memiliki banyak jalur akan tetapi tetap membutuhkan hadis penyokong dikarenakan salah satu dari perawinya ada yang bermasalah, maka dari itu, berikut ini beberapa pendapat yang dapat menjadi penyokong dari Ismā’il

  1. Qutaibah bin sa’id bin Jamil bin Thaif bin ‘Abdullah at tsaqafi Abu Raja’ al Bahiyu Baghlani, dan Baghlani adalah nama sebuah desa dari daerah Balhi. Hal ini di katakana bahwa kakeknya Jamil Barnaula Hujjāj, Nasai berkata bahwa ia adalah orang yang tsiqqah dan shaduq, yang wafat pada tahun 240 H.
  2. ‘Ubaidillah bin Mu’adz bin Nasr bin Hasan bin al Hur bin Zalik bin Khasykhasy  al anbari, dia adalah pembesar Abu Hatim, berkata : Tsiqqah , al Bukhari dan Harun berkata dia wafat di Bashrah pada tahun 237 H.
  3. Hakam bin Nāfi’ al Hakam bin Nāfi’ al Bahrain ‘Abdul Yaman al Himsy mengatakan bahwa Tsiqqah dan tsabit, Imam al Bukhari mengatakan banyak menyandarkan hadis kepadanya.
  4. Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin Auf al Quraisy az Zuhri Abu Yusuf al Mudari, mengatakan dia adalah orang yang shuduq, tsiqqah, wara’, amanah serta ‘adil yang wafatnya pada 208 H.

Penelitian Matan dengan Pendakatan Hadis Lainnya

Hadits dengan redaksi لكل نبي دعوة مستجابة يدعوبها واريد أن تختبئ دعوتي شفاعة لامتي في الاخرة  ,.   ini diriwayatkan dalam berbagai riwayat yang periwayatannya berasal dari dua sumber yaitu Abu Hurairah dan Jabir. pengungkapan Matan Hadis syafaat Rasulullah di hari kiamat ini cukup konsisten, hanya saja, ada beberapa macam redaksi tambahan dari Hadis ini, namun tetap tidak merubah makna dan maksud dari hadis tersebut. Redaksinya ada yang menambahkan kata dan ada juga yang menghilang kan kata.

Hadis yang paling mendekati ialah Hadis yang diriwayatkan oleh Malik hadis nomor 443, diriwayatkan oleh Muslim pada hadis nomor 293 dan riwayat Ahmad bin Hanbal nomor 990, hadis hadis dari mukharrij yang tiga itu hampir sama dengan yang diriwayatkan oleh imam Bukhari, hanya saja pada riwayatnya mereka menghilangkan kata . مستجابة Hadis riwayat yang lain, berbeda kata setelah kata دعوة ,dalam mereaksi pendapat dan ungkapan Abu Hurairah, seperti tampak dalam tabel di bawah in

Tabel: Redaksi hadits لكل نبي دعوة

Perawi sahabatRedaksi pentingPerawi akhirPerawi kunci
Abu Hurairahلكل نبي دعوة ( … ) , Menghilangkan Kata مستجابة  Malik 443, Muslim 293, Ahmad 9920Malik
Abu Hurairahفتعجل كل نبي ( … ) Menghilangkan kata يدعوبها  Dan menambahkan Kata فهي نائلة انشاء الله من مات منهم لا يشرك بالله شيئا    Ahmad 9140, Ibn Majah 4297, Muslim 296Abi Shalih, Abu Mu’awiyah, A’masy
Abu Hurairahفاريد انشاء الله ( … )  Menghilangkan kata مستجابة يدعوبها Dan menambahkan Kata فاريد انشاء اللهBukhari 6920, Ahmad 8602, Ahmad 8780, Darimi 2685, Muslim 295Syu’aib, Zuhro, Abu Salamah
Abu Hurairahفيستجاب له  (…Kata فيستجاب له واني اريد انشاء الله، Dan menghilangkan Kata مستجابةAhmad 8935, Muslim 298Muhammad bin Ziyad, Syu’bah
Abu Hurairahلكل نبي دعوة ( … ) Menghilangkan kata يدعوبها واريدAhmad 7389Zuhri
 فيؤتاها ( … ) Menghilangkan Kata , اريد Dengan penambahkan kalimat فيستجاب له فيؤتاها      Muslim 297Zur’ah
Abu Hurairahواريد أن ادخر  ( … ) Menghilangkan kata مستجابة Dan penambahkankalimat واريد أن ادخرAhmad 9185Syu’bah, Muhammad bin Ziyad
Jabirقد دعا بها ( … ) menambah kan kata قد دعا بها Dan menghilangkan Kata مستجابةMuslim 300Jabir

Pertama, soal pemaknaan yang dilakukan sebagian pensyarah tentang hadis syafaat Rasulullah di hari kiamat ini, menarik untuk didalami terlebih dulu. Beberapa pensyarah hadits yang diriwayatkan al-Bukhari No. 5829, perkataan Isma’il dia adalah ibnu Uwais, kata (mustajabatun) sebagaimana Abu Dzar.

 Adapun (ya’du bihi) dia menambahkan dalam riwayat a’masy dari Abi Shaleh dari Abi Hurairah, yaitu ” fayaj’alu kullu nabiyyin da’watahu” dalam hadits Anas ” fastajiibu lahu”.

Adapun kata (uriidu an ukhtubia da’wati fil akhirah) dalam riwayat abi salamah dari abu hurairah dalam bab tauhid penambahan lafadz insyaallah disini untuk littabarruk. Dan untuk hadis Muslim  riwayat Abu Shaleh dari Abu Hurairah menggunakan kata “wainny ihtaba’tu”, dalam hadis Anas “faja’altu da’waty”, dan menambahkan “yaumul qiyamah”.

Abu Shaleh menambahkan kata “fahiya nailatun insyaallah man mata min ummmaty laa yusyrik billah”, dalam hal nashab dalam atas maf’ul. Dan kata “man mata” dan lafadz “la yusyriku billah” dalam nashab atas hal. Adapun pengertian syafaatku yaitu untuk siapa saja yaitu yang mati yang dalam keadaan tidak menyekutukan Allah. Dan kedhahiran hadis itu jelas dengan apa yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa sama dari Nabi mengenai do’a yang terkabulkan termasuk Nabi kita Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wasallam, yang jelas bahwa setiap Nabi mempunyai do’a yang dikabulkan.

Adapun jawaban dari dikabulkannya setiap do’a. Itu yaitu terputus dari selain itu dari do’a-do’a para Nabi yaitu mengharap untuk dikabulkan. Dikatakan arti dari lafadz “likulli nabiyyin da’watun” yaitu do’a paling utama dari do’a-do’a yang lain.

Oke, ini sudah kita bahas seputar ketersambungan hadis syafaat Rasulullah di hari kiamat dan juga hadis penyokongnya dengan hadis pendukungnya. Semoga bermanfaat. Oh ya, jangan lupa untuk melanjutkan membaca lanjutan makalahnya ya. Semoga bermanfaat (maglearning.id).

Loading...

One comment

Tinggalkan Balasan